Skripsi
Kemampuan menulis puisi dengan metode pengamatan objek siswa kelas X SMK Negeri 3 Malang / Topan Rengga Sadewa Samuel
Abstrak
ABSTRAK Samuel Topan. 2017. Kemampuan Menulis Puisi Siswa Kelas X SMK Negeri 3 Malang dengan Menggunakan Metode Pengamatan Objek. Skripsi Program Studi Pendidikan Bahasa Sastra Indonesia dan daerah Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. H. Wahyudi Siswanto M.Pd. (II) Mustofa Kamal S.Pd M.Sn. Kata kunci Kemampuan menulis puisi metode pengamatan objek. Menulis puisi adalah proses kreatif dalam menuangkan gagasan pikiran dan perasaan penyair melalui sebuah tulisan. Menulis puisi dapat meggunakan metode pengamatan objek. Tahap-tahap metode pengamatan objek dalam kegiatan menulis puisi yaitu (1) menentukan objek (2) melakukan pengamatan (3) memilih gambar dan (4) mengembangkan gambar menjadi puisi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan menulis puisi siswa kelas X SMK Negeri 3 Malang dengan menggunakan metode pengamatan objek. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Populasi penelitan ini adalah siswa kelas X SMK Negeri 3 Malang. Populasi terdiri dari 3 kelas. Sampel penelitian ini adalah kelas X-TBG II X-TBG IV dan X-TBS III. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar kerja siswa menulis puisi rubrik penilaian dan objek pengamatan berupa gambar bencana alam Gunung Kelud. Data berupa kemampuan siswa dalam menulis puisi. Pengumpulan data melibatkan peneliti guru sebagai pembimbing dan peneliti lain sebagai teman untuk proses pengambilan data. Analisis data terdiri dari tiga tahapan (1) persiapan (2) tabulasi (3) penerapan. Hasil analisis data menunjukan bahwa kemampuan menulis puisi aspek tema dapat dikemukakan bahwa 74% atau 67 siswa dengan kategori sangat mampu. Sebanyak 26% atau 24 siswa dengan kategori skor mampu. Rata-rata kemampuan siswa dari jumlah 91 siswa dengan persentase 91 2% atau mendapatkan skor 200 dan dapat dikategorikan mampu sekali. Kemampuan menulis puisi siswa kelas X SMK Negeri 3 Malang dengan menggunakan metode pengamatan objek dilihat dari aspek mengkreasikan rima dapat dikemukakan bahwa 31% atau 28 siswa dengan kategori sangat mampu. Sebanyak 20% atau 18 siswa dengan kategori skor mampu. Sebanyak 49% atau 55 siswa dengan kategori cukup mampu. Rata-rata kemampuan siswa dari jumlah 91 siswa dengan persentase 64 1% atau mendapatkan skor 175 dan dapat dikategorikan cukup mampu. Kemampuan menulis puisi siswa kelas X SMK Negeri 3 Malang dengan menggunakan metode pengamatan objek dilihat dari penggunaan gaya bahasa dapat dikemukakan sebagai berikut 37% atau 34 siswa dengan kategori sangat mampu. Sebanyak 31% atau 28 siswa dengan kategori skor mampu. Sebanyak 32% atau 29 siswa dengan kategori cukup mampu. Rata-rata kemampuan siswa dari jumlah 91 siswa dengan persentase 68 49% atau mendapatkan skor 187 dan dapat dikategorikan mampu.ii Kemampuan menulis puisi siswa kelas X SMK Negeri 3 Malang dengan menggunakan metode pengamatan objek dilihat dari amanat yang disampaikan dapat dikemukakan sebagai berikut 59% atau 54 siswa dengan kategori sangat mampu. Sebanyak 17% atau 15 siswa dengan kategori mampu. Sebanyak 24% atau 22 siswa dengan kategori cukup mampu. Rata-rata kemampuan siswa dari jumlah 91 siswa dengan persentase 78 38% atau mendapatkan skor 214 dan dapat dikategorikan mampu. Berdasarkan analisis data dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa kemampuan menulis puisi siswa kelas X SMK Negeri 3 Malang dengan menggunakan metode pengamatan objek dari aspek tema rima gaya bahasa amanat dengan kategori mampu. Rima merupakan aspek paling sulit dikuasai siswa. Berdasarkan temuan disarankan kepada guru agar penelitian ini digunakan sebagai metode pembelajaran menulis puisi di kelas. Bagi peneliti lain penelitian ini dapat menjadi rujukan untuk melaksanakan penelitian berikutnya yang menggunakan metode ini atau metode lain dengan memperkaya aspek-aspek lain dalam pembelajaran menulis puisi. Peneletian ini efektif digunakan dalam pembelajaran menulis puisi maka potensi pengembangan bahan ajar sangat terbuka lebar. Objek yang dijadikan pengamatan bisa bermacam-macam sesuai dengan lingkungan dan umur siswa. Tema yang sesuai dapat dengan mudah diterima dan menjadi inspirasi siswa