Skripsi
Pengaruh olahraga dan puasa terhadap IGF-1 pada tikus putih jenis wistar / Faizal Arif Rahman
Abstrak
ii ABSTRAK Arif Rahman Faizal. 2017. Pengaruh Olahraga dengan Puasa Terhadap IGF-1 Pada Tikus Putih Jenis Wistar. Skripsi Jurusan Ilmu Keolahragaan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Sugiharto M.S (II) dr. Rias GesangKinanti M.Kes. Kata Kunci Puasa Puasa dan Olahraga IGF-1 Insulin Growth Factor-1 (IGF-1) merupakan indikator tingkat pertumbuhan dan berpengaruh terhadap fisiologis serta metabolisme energi salah satunya dilakukan saat puasa dan olahraga dengan puasa dan olahraga cadangan glukosa akan menurun kemudian akan mengaktifkan IGF-1 untuk memproduksi insulin untuk tetap mempertahankan keseimbanagan energi namun olahraga yang dilakukan dengan intensitas tinggi menjadi bad stressors yang menyebabkan rendahnya IGF-1 rendahnya IGF-1 merupakan salah satu penyebab terhambatnya pertumbuhan dan perkembangan tubuh seperti short statur dan penurunan fungsi kognitif yang dapat merusak sumber daya manusia dimasa yang akan datang namun hal ini masih belum mendapat perhatian untuk dikaji. Tujuan penelitian untuk mengungkapkan pengaruh puasa dan puasa dengan olahraga moderat terhadap IGF-1. Metode penelitian menggunakan true exsperiment control group time series design dengan menggunakan sampel hewan coba tikus putih jenis rattus norvegicus strain wistar jenis kelamin jantan berusia 4 minggu berjumlah 84 ekor yang dibagi menjadi 3 kelompok yaitu kontrol puasa dan puasa dengan olahraga moderat. Frekuensi olahraga adalah 3 kali/minggu selama 4 minggu. Perlakuan olahraga adalah lari diatas treadmil dengan kecepatan 14-16 m/set selama 4 menit-30 menit olahraga yang dilakukan pada jam 00.00-05.00 WIB sedangkan puasa yang dilaksanakan selama 12 jam dari 18.00-06.00 WIB. Pengukuran IGF-1 dilakukan dengan metode Enzime Linked immunosorbent Assay (ELISA) uji beda menggunakan uji beda anova dan uji trend pada uji beda anova dengan taraf signifikasi 0.01. Berdasarkan uji beda anova dan uji trend terdapat perbedaan signifikan pada uji beda anova terdapat perbedaan signifikan pada kelompok puasa minggu pertama kedua ketiga dan keempat dengan F 25 503 dan 945 1% atau (P