UPT Perpustakaan UM

  • Beranda
  • Informasi
  • Repository UM
  • SIPADU UM
  • OPAC SIPADU

Pencarian Spesifik

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Skripsi

Pengaruh olahraga dan puasa terhadap hormon melatonin pada tikus putih jantan jenis wistar / Emilia Jefanggi Lolita Widiantini

Widiantini, Emilia Jefanggi Lolita - Nama Orang;

Abstrak
i ABSTRAK Widiantini Emilia Jefanggi Lolita. 2017. Pengaruh Olahraga dan Puasa Terhadap Hormon Melatonin Pada Tikus Putih Jantan Jenis Wistar. Skripsi Jurusan Ilmu Keolahragaan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Sugiharto M. S (II) Olivia Andiana S.Or M. Kes. Kata Kunci Insomnia Olahraga Moderat Puasa Hormon Melatonin. Angka prevalensi insomnia dari tahun ke tahun mengalami peningkatan diperkirakan mencapai 10-40% di dunia. Pada tahun 2023 prevalensi insomnia di dunia diperkirakan mencapai 60 8% (1 1 miliar) jiwa. Data hasil penelitian di Korea prevalensi insomnia mencapai 8-17% Singapura 8-10% di Indonesia berdasarkan hasil penelitian US Census Bureau International Data Base tahun 2004 angka prevalensi insomnia diperkirakan mencapai 17% (238 452 juta) hal ini perlu diwaspadai sebab insomnia berkaitan dengan terjadinya penurunan kualitas kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar hormon pada tikus putih jantan jenis wistar setelah diberi perlakuan puasa dengan olahraga moderat dengan metode time series. Olahraga moderat merupakan olahraga yang dilakukan dengan intensitas sedang dan dapat membakar kalori sebanyak 3.5-7 kalori/menit. Olahraga moderat dapat dilakukan dengan cara bersepeda jogging atau berenang. Penelitian ini menggunakan sampel hewan coba tikus putih dengan jenis rattusnorvegicus strain wistar jantan berjumlah 84 ekor yang terbagi menjadi 3 kelompok yaitu kontrol puasa dan olahraga moderat dengan puasa. Metode penelitian menggunakan true exsperiment control group time series design yang digunakan untuk melihat trends dan membandingkan kelompok kontrol puasa dan olahraga dengan puasa. Olahraga dilakukan 3 kali/minggu selama 4 minggu dengan intensitas moderat olahraga dilakukan dengan cara lari di atas treadmill khusus tikus. Waktu olahraga moerat dilakukan pada malam hari jam 00.00-05.00 WIB dan puasa dimulai jam 18.00 WIB (sahur)-06.00 WIB (buka). Pengukuran hormon melatonin dilakukan dengan metode ELISA sedangkan analisis data menggunakan uji beda anava dengan taraf signifikasi 0.01. Berdasarkan hasil analisis data terdapat perbedaan pada hormon melatonin antara kelompok puasa minggu pertama kedua ketiga dan keempat (p0 01). Selain itu tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada kelompok kontrol puasa dan olahraga dengan puasa pada minggu pertama kedua dan keempat (p 0 01). Namun terdapat perbedaan kadar hormon melatonin yang signifikan pada kelompok kontrol puasa dan puasa yang dikombinasikan dengan olahraga pada minggu kedua (p0.01). However there were significant differences in serum melatonin control group fasting and fasting with exercise in second week (p


Informasi Detail
DDC
Rs 573.44 WID p
Prodi
Universitas Negeri Malang. Program Studi Ilmu Keolahragaan, 2017.
Deskripsi Fisik
ix, 126 lembar : il. , tab. ; 30 cm
Bahasa
Indonesia
No Reg
00466/KI/18
Edisi
Skripsi (Sarjana)--Universitas Negeri Malang. 2017
Subjek
1. HORMON - TIKUS PUTIH
2. HORMONES - WHITE RATS

Pembimbing
1. Sugiharto ; 2. Olivia Andiana
Lampiran Berkas
You must be logged in to get fulltext


UPT Perpustakaan UM
  • Berita

Tentang Kami

TIM IT Perpustakaan 2023

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik