Skripsi
Perbandingan penerapan model pembelajaran training within industry dengan laboratory training pengaruhnya terhadap hasil belajar administrasi sistem jaringan siswa kelas XI TKJ di SMK Negeri 2 Singosari / Lucky Prasetyo
Abstrak
ABSTRAK Prasetyo Lucky. 2017. Perbandingan Penerapan Model Pembelajaran Training Within Industry dengan Laboratory Training Pengaruhnya Terhadap Hasil Belajar Administrasi Sistem Jaringan Siswa Kelas XI TKJ di SMK Negeri 2 Singosari. Skripsi Program Studi S1 Pendidikan Teknik Informatika Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Setiadi C.P. M.Pd. M.T. (II) Heru Wahyu Herwanto S.T. M.Kom. Kata Kunci Training Within Industry Laboratory Training dan Hasil Belajar Administrasi Sistem Jaringan. Proses pembelajaran yang kurang efektif menyebabkan siswa memperoleh nilai kurang dari Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM). Tujuan penelitian ini untuk mengungkap (1) tingkat hasil belajar ranah pengetahuan karena penerapan model pembelajaran Training Within Industry dan model pembelajaran Laboratory Training (2) tingkat hasil belajar ranah keterampilan karena penerapan model pembelajaran Training Within Industry dan model pembelajaran Laboratory Training (3) signifikansi perbedaan rata-rata hasil belajar ranah pengetahuan antara siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran Training Within Industry dibandingkan dengan Laboratory Training dan (4) signifikansi perbedaan rata-rata hasil belajar ranah keterampilan antara siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran Training Within Industry dibandingkan dengan Laboratory Training. Metode penelitian yang digunakan merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian semu (Quasi Experiment) dengan bentuk Post Test Only Design. Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas XI TKJ SMK Negeri 2 Singosari tahun ajaran 2017/2018 sejumlah 60 siswa. Sampel yang digunakan sejumlah 30 siswa pada kelas XI TKJ 1 sebagai kelas eksperimen A dengan penerapan model pembelajaran Training Within Industry dan 30 siswa pada kelas XI TKJ 2 sebagai kelas eksperimen B dengan penerapan model pembelajaran Laboratory Training. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) tingkat hasil belajar ranah pengetahuan kelas Laboratory Training lebih tinggi dibandingkan kelas Training Within Industry (2) tingkat hasil belajar ranah keterampilan kelas Training Within Industry lebih tinggi dibandingkan kelas Laboratory Training (3) terdapat signifikansi perbedaan rata-rata hasil belajar ranah pengetahuan antara siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran Training Within Industry dibandingkan dengan yang menggunakan Laboratory Training dengan Sig. 0 018 0 05 dan (4) terdapat signifikansi perbedaan rata-rata hasil belajar ranah keterampilan antara siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran Training Within Industry dibandingkan dengan yang menggunakan Laboratory Training dengan Sig. 0 000 0 05. Kesimpulan dari penelitian menunjukkan bahwa tingkat hasil belajar ranah pengetahuan kelas Laboratory Training lebih tinggi sedangkan pada tingkat hasil belajar ranah keterampilan kelas Training Within Industry lebih tinggi serta terdapat signifikansi perbedaan rata-rata hasil belajar ranah pengetahuan dan keterampilan dengan penerapan model pembelajaran Training Within Industry dan Laboratory Training