Skripsi
Sikap sosial dalam permainan tradisional bentengan pada anak di lingkungan Desa Patihan Kecamatan Babat Kabupaten Lamongan / Eka Ayu Prahesti
Abstrak
i ABSTRAK Prahesti Eka Ayu. 2017. Sikap Sosial dalam Permainan Tradisional Bentengan Pada Anak di Lingkungan Desa Patihan Kecamatan Babat Kabupaten Lamongan. Skripsi Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. A. Rosyid Al Atok M.Pd. MH (II) Dr. Sri Untari M.Si . Kata Kunci Sikap Sosial Permainan Tradisional Bentengan Permainan tradisional adalah permainan asli yang dimiliki Bangsa Indonesia dan sudah ada sejak jaman dahulu. Permainan tradisional mempunyai peranan penting dalam menumbuhkan sikap sosial yang ada pada diri anak salah satu contoh permainan tradisional yang mengandung sikap sosial di dalamnya adalah permainan tradisional bentengan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) pelaksanaan permainan tradisional Bentengan pada anak di lingkungan Desa Patihan Kecamatan Babat Kabupaten Lamongan (2) sikap sosial yang ada dalam permainan tradisional Bentengan yang dimainkan oleh anak di lingkungan Desa Patihan Kecamatan Babat Kabupaten Lamongan. Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskripsi. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuaitatif. Sumber data pada penelitian ini adalah manusia dokumen danperistiwa. Pengumpulan data tersebut dilakukan dengan metode yaitu observasi wawancara catatan lapangan dan dokumentasi. Analisis data yang dilakukan dengan cara mengumpulkan dan mengecek data yang diperoleh dari lapangan reduksi data dan menyimpulkan. Untuk menjamin keabsahan data yang diperoleh peneliti melakukan pengecekan data dengan cara perpanjangan pengamatan peningkatan ketekunan dan triagulasi. Adapun hasil penelitian ini dapat dijabarkan sebagai berikut. Pertama anakanak di lingkungan Desa Patihan melakukan permainan tradisional bentengan hampir setiap hari anak-anak biasanya bermain di halaman rumah atau di lapangan yang dibutuhkan dalam permainan hanya kelompok sebagai anggota tim dan tiang atau pohon sebagi benteng. Permainan bentengan tidak menggunakan fasilitas apapun dalam proses permainannya oleh sebab itu anak kapan saja dapat melakukan permainan. Kedua Dalam permainan tradisional bentengan mengadung aspek keterampilan sosial yaitu keterampilan dalam bekerja sama keterampilan dalam penyesuaikan diri keterampilan anak dalam berinteraksi keterampilan dalam mengontrol diri keterampilan dalam berempati keterampilan dalam menaati peraturan (disiplin) dan keterampilan dalam menghargai orang lain. Saran yang diberikan oleh peneliti setelah melakukan penelitian ini antara lain Bagi perangkat Desa Patihan dan Orang tua hendaknya memberikan fasilitas semaksimal mungkin untuk dapat digunakan anak sebagai media bermain selain itu mereka harus memberikan arahan kepada anak untuk mau menjaga dan melestarikan permainan tradisional. Bagi Lembaga Pendidikan dan Akademisi Bagi lembaga pendidikan dan akademisi penelitian lanjutan tentang kebudayaan nasional terutama permainan tradisional sangat diperlukan. Alasan hal tersebut dilakukan adalah karena untu menambah wawasan dan kepedulian masyarakat dan anak-anak tentang pentingnya menjaga permainan tradisional yang dimiliki olehii Indonesia. Bagi anak-anak dan Generasi Muda Anak-anak dan generasi muda merupakan generasi penerus bangsa. Hal ini berkaitan dengan semakin mengalirnya kebudayaan dari luar dengan ini generasi penerus bangsa sangatlah berperan penting. Sebagai pemuda yang akan meneruskan perjuangan bangsa harus menanamkan sikap cinta akan kebudayaan bangsa terutama kecintaan terhadap permainan tradisional.