Skripsi
Analisis kemampuan menalar siswa dalam membuat program terhadap capaian tingkat ranah kognitif pada mata pelajaran Pemrograman Dasar kelas X SMK Islam Batu / Rani Isty Ningrum
Abstrak
ABSTRAK Ningrum Rani Isty. 2017. Analisis Kemampuan Menalar Siswa dalam Membuat Program Terhadap Capaian Tingkat Ranah Kognitif pada Mata Pelajaran Pemrograman Dasar Kelas XI SMK Islam Batu Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang. Skripsi Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Heru Wahyu Herwanto. S.T. M.Kom. (II) I Made Wirawan. S.T. S.S.T. M.T. Kata kunci pemrograman dasar ranah kognitif soal cerita Proses pembelajaran pemrograman dasar di SMK tidak hanya dilakukan secara teori tapi juga secara praktik. Pembelajaran teori diberikan bertujuan untuk memberikan dasar pengetahuan kepada siswa yang dapat dijadikan pedoman ketika melakukan pembelajaran praktik. Kedua hal tersebut dapat mempengaruhi bagaimana hasil ranah kognitif siswa. Dalam pembelajaran pemrograman dasar misalnya terdapat latihan praktik untuk membuat program. Ketika diberikan latihan praktik membuat program dalam mata pelajaran Pemrograman Dasar sebagian besar siswa mengalami kesulitan. Siswa sebagian besar dapat membuat rancangan dari program yang akan dibuat akan tetapi tidak semua siswa dapat menerapkannya ke dalam bentuk program. Kesulitan lain yang dialami siswa adalah kurangnya pemahaman konsep kemampuan menalar siswa dan logika siswa dalam mengubah soal menjadi sebuah program yang tepat. Oleh karena itu perlu dilakukan analisis kemampuan menalar siswa dalam membuat program dan pengaruhnya terhadap hasil belajar kogintif siswa. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk (1) mengetahui pengaruh kemampuan menalar terhadap hasil belajar kognitif siswa melalui soal cerita pemrograman (2) mengetahui faktor penyeebab terjadinya ketidakmampuan siswa dalam menyelesaikan soal pemrograman. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan didapatkan bahwa kemampuan menalar siswa dalam menyelesaikan soal cerita pemrograman memberikan dampak kepada hasil belajar ranah kognitif. Hal ini ditunjukkan dengan nilai rata-rata yang diperoleh 22 siswa sebesar 54 41. Kemudian faktor penyebab kesulitan siswa dalam mengerjakan soal meliputi siswa kurang dalam pemahaman konsep pemrograman tidak memahami matematika dengan baik dan kurang memahami struktur program dengan baik. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kemampuan menalar siswa dalam membuat program mempengaruhi hasil belajar kognitif siswa.