Skripsi
Analisis hasil visual pressing pada blezer wanita menggunakan interfacing non-woven / Zuhriatus Syaidah
Abstrak
i ABSTRAK Zuhriatus Syaidah. 2017. Analisis Hasil Visual Pressing pada Blazer Wanita Menggunakan Interfacing Non-Woven. Skripsi. Jurusan Teknologi Industri Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Nurul Aini M. Pd (II) Dra. Sri Eko Puji Rahayu M. Si. Kata Kunci Pressing Blazer Wanita dengan Bahan Brunello Veyron dan Balencia Interfacing Non-Woven Pressing interfacing non-woven jenis polyester tangerine 901 dengan tiga bahan berbeda yaitu Brunello (cashmere wool) Veyron (polyester mixed yarn) dan Balencia (acrylic) membuat peniliti menyimpulkan permasalahan mengenai hasil visual pressing dari ketiga bahan tersebut apakah ada perbedaan dan bahan manakah yang lebih bagus untuk digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil visual yang baik dari interfacing non-woven yaitu polyester tangerine 901 dengan bahan jenis Brunello (cashmere wool) Veyron (polyester mixed yarn) dan Balencia (acrylic). Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kuantitatif yang mendeskripsikan hasil pressing pada busana kerja wanita yaitu blazer dengan menggunakan interfacing non-woven jenis polyester tangerine 901 dan menggunakan tiga macam bahan utama yaitu kain Brunello (cashmere wool) Veyron (polyester mixed yarn) dan Balencia (acrylic). Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sampel jenuh sedangkan validitas penelitian ini menggunakan validitas konstruk reliabilitasnya menggunakan uji test-retes. Hasil dari penelitian ini yaitu bahwa pressing menggunakan bahan dari wool seperti kain jenis Brunello dengan interfacing non-woven jenis polyester tangerine 901 lebih rapi dan lebih baik sedangkan pressing menggunakan bahan dari acrylic seperti kain Balencia juga bagus karena kandungan bahan yang menyerupai wool tetapi tidak lebih bagus dari bahan wool dan untuk pressing pada bahan polyester mixed yarn seperti kain Veyron untuk hasil pressing kurang bagus karena sifat bahan tersebut sukar terhadap panas dan cenderung memerlukan panas yang sangat tinggi. Berdasarkan hasil penelitian dan kesimpulan maka saran yang ditulis peneliti yaitu (1) Sebaiknya menggunakan penutup kain seperti kain katun atau belacu pada saat pressing agar tidak merusak bahan karena bahan dari wol tidak tahan dengan panas temperatur tinggi. (2) pada saat pressing bahan dari acrylic seperti kain Balencia ini supaya lebih berhati-hati pada saat memotong bahan dan penataan interfacing pada bahan utama. (3) pressing menggunakan bahan polyester mixed yarn ini agar menggunakan temperatur panas tinggi sekitar 150 oC -210 oC supaya hasilnya bisa tajam dan rapi. (4) Pressing untuk semua bahan yang digunakan seperti wool polyester dan acrylic harus mengatur suhu/temperatur pada alat press sehingga hasil yang diperoleh akan baik dan rapi.