Tugas Akhir
Penggunaan kain lurik pada pembuatan busana ready to wear deluxe / Dewi Nur Choriyah
Abstrak
ABSTRAK Choriyah Dewi Nur. 2017. Penggunaan Kain Lurik Pada Pembuatan Busana Ready To Wear Deluxe. Tugas Akhir Jurusan Teknologi Industri Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing Agus Sunandar S.Pd. M.Sn. Kata Kunci Ready To Wear Kain Lurik Busana ready to wear atau busana yang siap pakai (busana jadi) merupakan busana massal yang diproduksi dalam berbagai ukuran dan warna berdasarkan satu desain. Busana ini merupakan busana yang siap pakai dan tingkat pembuatannya tidak selalu rumit tetapi ada bagian-bagian tertentu yang dipertimbangkan seorang perancang dalam membuatnya bagian tersebut biasanya yang akan di tonjolkan dalam sebuah rancangan. Penulis memilih busana Ready To Wear karena busana ini dapat digunakan sehari-hari maupun kesempatan khusus seperti pesta. Kain lurik yang berasal dari kata lorek dalam bahasa Jawa kuno lorek berarti lajur atau garis belang dan dapat pula berarti corak. Maka dapat dipahami mengapa di Jawa Tengah dan Jawa Timur kain tenun bercorak lajur atau lajuran dan belang-belang. Lurik memiliki makna tradisi adat dan kepercayaan bagi orang Jawa baik dikalangan atas/ningrat maupun rakyat. Fungsi sebagai status simbol dan fungsi ritual keagamaan. Motif lurik yang dipakai oleh golongan bangsawan berbeda dengan yang digunakan oleh rakyat biasa begitu pula lurik yang dipakai dalam upacara adat disesuaikan dengan waktu serta tujuannya. Busana ready to wear deluxe dengan kain lurik ini terinspirasi dari bentuk stupa candi borobudur yang dipadupadankan dengan kain lurik sebagai ciri khas dari Jawa Tengah. Model yang dipakai pada pembuatan busana ready to wear deluxe ini terdiri dari mini dress rok A dan aksesoris gelang. Busana ready to wear deluxe yang dimaksud adalah busana yang digunakan untuk kesempatan khusus dan warna-warna yang menyerupai batu-batuan dari stupa candi borobudur.