Disertasi
Pengembangan karier guru pada sekolah katregori mandiri (studi multi kasus di SMA Negeri 17, SMA Islam Athirah Kajaolaliddo, dan SMA Negei 1 Kota Makasar) / Milka
Abstrak
i ABSTRAK Milka. 2017. Pengembangan Karier Guru di Sekolah Kategori Mandiri (Studi Multi Kasus pada SMA Negeri 17 Makassar SMA Islam Athirah Kajaolaliddo dan SMA Negeri 1 Makassar). Disertasi Program Studi Manajemen Pendidikan Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Prof. Dr. Hj. Nurul Ulfatin M.Pd. (II) Prof. Dr. H. Bambang Budi Wiyono M.Pd. dan (III) Dr. H. Imron Arifin M.Pd. Kata Kunci guru pengembangan karier SMA Kemajuan pendidikan sangat tergantung dari kualifikasi dan kemampuan guru karena berada dalam posisi yang strategis untuk membina dan mengembangkan potensi peserta didik. Selain itu guru juga melaksanakan pengembangan karier baik secara individu maupun kelembagaan sebagai salah satu faktor yang dapat menunjang keefektivan sekolah. Namun secara umum pengembangan karier telah menjadi persoalan besar dalam organisasi termasuk organisasi pembelajar selama beberapa tahun karena disebabkan oleh meningkatnya perhatian terhadap kualitas kehidupan kerja dan perencanaan kehidupan pribadi peraturan mengenai kesempatan kerja yang sama dan meningkatnya tingkat pendidikan dan aspirasi mengenai jabatan dan pertumbuhan ekonomi yang rendah dan mengurangi kesempatan promosi. Dalam situasi ini diperlukan kajian yang mendalam mengenai implementasi pengembangan karier guru di sekolah demi peningkatan kualitas pendidikan. Penelitian ini difokuskan pada tiga bagian yaitu (1) jalur karier guru yang dilihat dari aspek struktural (tugas tambahan) dan fungsional (2) program pengembangan karier guru secara kelembagaan dan mandiri yang dilihat dari aspek program induksi guru pemula pendidikan dalam jabatan promosi mutasi pengembangan diri dan studi lanjut dan (3) upaya pengembangan karier yang berkelanjutan meliputi eksplorasi karier menentukan tujuan karier dan implementasi strategi karier. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi multi kasus melalui metode komparatif konstan. Penelitian dilakukan pada tiga Sekolah Menengah Atas yaitu SMA Negeri 17 Makassar SMA Islam Athirah Kajaolaliddo dan SMA Negeri 1 Makassar. Data dikumpulkan melalui tiga teknik yakni wawancara mendalam observasi peran serta dan studi dokumentasi. Data dianalisis dalam dua tahap yaitu analisis data kasus individu dan analisis data lintas kasus. Keabsahan data diuji melalui derajat kepercayaan keteralihan kepastian dan konfirmabilitas. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pertama secara struktural guru dapat melalui jalur lini unit SMA dan jalur lini manajemen . Setiap jabatan dalam kedua lini ini dilengkapi dengan deskripsi jabatan dan spesifikasi jabatan yang dapat dijadikan sebagai informasi awal bagi guru dalam merencanakanii kariernya ke depan. Jalur karier secara fungsional melalui delapan prosedur. Nilainilai yang terkandung dalam proses kenaikan pangkat meliputi prestise penghargaan/prestasi kesenioran kreatif pengorbanan dan kepuasan. Kedua guru yang mengikuti program pengembangan karier secara kelembagaan maupun mandiri menghasilkan dua tipe yaitu guru yang berkarier normal dan guru yang berkarier cepat. Ketiga terdapat sebelas perilaku guru yang ditunjukkan saat mengeksplorasi karier. Perilaku yang ditunjukkan tersebut berkaitan dengan tujuan karier antara lain menjadi guru yang profesional merasakan kepuasan berkontribusi dalam keberhasilan sekolah dan mendapatkan salah satu tugas tambahan. Selanjutnya ada enam strategi karier yang diimplementasikan oleh guru yang mencerminkan komitmen terhadap pimpinan dan lembaga pendidikan (sekolah) Berdasarkan temuan tersebut maka disarankan kepada (1) Guru di SMA Negeri 17 Makassar SMA Islam Athirah Kajaolaliddo dan SMA Negeri 1 Makassar lebih mengoptimalkan dan terus menggali potensi yang dimiliki sehingga dapat menjadi tenaga yang handal (profesional) (2) Kepala SMA Negeri 17 Makassar Kepala SMA Islam Athirah Kajaolaliddo dan kepala SMA Negeri 1 Makassar semakin transparan dalam memberikan informasi jenjang karier kepada guru (3) Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar agar lebih memfasilitasi guru dalam mencapai karier sebagai guru inti (instruktur tingkat nasional) (4) Direktur pada yayasan Athirah agar lebih giat melaksanakan berbagai pelatihan dan program pengembangan diri bagi guru di unit SMA