Skripsi
Pengaruh perbankan syariah terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia tahun 2009-2016 / Prasetyo Windharta Adean
Abstrak
i ABSTRAK Adean Prasetyo Windharta. 2017. Pengaruh Perbankan Syariah Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Di Indonesia Tahun 2009-2016. Skripsi Jurusan Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang Pembimbing Thomas Soseco S.E M.Sc. Kata Kunci Perbankan Syariah DPK Pembiayaan PDB. Perbankan merupakan salah satu lembaga keuangan yang dapat menjadi pendorong tingkat pertumbuhan ekonomi. Lembaga keuangan terbagi menjadi bank konvensional serta bank berdasarkan prinsip syariah yang di sebut perbankan syariah. Untuk mengukur kinerja perbankan syariah sebagai lembaga intermediasi dapat dilakukan dengan melihat kemampuan bank tersebut dalam menghimpun DPK serta menyalurkannya kembali ke masyarakat dalam bentuk pembiayaan yang dapat digunakan sebagai salah satu sumber pendanaan untuk meningkatkan investasi dan menggerakakn roda perekonomian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Dana Pihak Ketiga (DPK) dan pembiayaan terhadap pertumbuhan ekonomi. Jenis penelitian merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data yaitu teknik dokumentasi. Dokumen yang digunakan dalam penelitian ini ialah laporan tahunan keuangan bank-bank syariah serta laporan tahunan PDB yang berasal dari Badan Pusat Statistik. Selanjutnya data yang digunakan merupakan data sekunder. Teknik Analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu regresi linier berganda Hasil penelitian ini menunjukkan Variabel Dana Pihak Ketiga (DPK) berpengaruh positif signifikan terhadap PDB pada periode 2009-2016. Artinya semakin tinggi tingkat Dana Pihak Ketiga (DPK) maka semakin tinggi pula PDB dan sebaliknya. Berarti hipotesis yang menyatakan bahwa Dana Pihak Ketiga (DPK) berpengaruh positif terhadap PDB diterima. Hubungan yang positif ini disebabkan oleh semakin banyaknya dana pihak ketiga dari masyarakat menyebabkan semakin banyaknya tabungan yang diterima oleh perbankan. Variabel Pembiayaan berpengaruh positif signifikan tehadap PDB periode 2009- 2016. Artinya semakin tinggi pembiayaan yang disalurkan maka semakin tinggi tingkat PDB dan sebaliknya. Berarti hipotesis yang menyatakan bahwa pembiayaan berpengaruh positif terhadap PDB diterima. Variabel DPK dan pembiayaan secara simultan berpengaruh signifikan terhadap PDB. Semakin tinggi DPK maka perbankan juga semakin meningkatkan penyaluran pembiayaannya guna membantu para pelaku usaha dan para industri padat karya maupun padat modal untuk meningkatkan mutu dan kuantitas produksinya. Hal tersebut dapat berdampak menambah pendapatan negara dan meningkatkan PDB.