Skripsi
Pengembangan bahan pelatihan menulis cerpen untuk kegiatan ekstrakurikuler menulis sastra SMA / Sri Narindra Wahyu Widayat
Abstrak
i ABSTRAK Widayat Sri Narindra Wahyu. 2017. Pengembangan Bahan Pelatihan Menulis Cerpen untuk Kegiatan Ekstrakurikuler Menulis Sastra SMA. Skripsi Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing Dr. Kusubakti Andajani M.Pd. Kata kunci bahan pelatihan menulis cerpen ekstrakurikuler menulis sastra SMA Kegiatan ekstrakurikuler menulis sastra perlu dikembangkan termasuk pada jenjang SMA karena dalam pendidikan sastra memiliki peran yang sangat penting. Dengan adanya kegiatan ekstrakurikuler menulis sastra minat dan bakat siswa pada bidang kepenulisan sastra dapat diolah dan dikembangkan. Selain itu melalui kegiatan tersebut dapat terlahir sastrawan-sastrawan muda yang berkompeten. Kegiatan ekstrakurikuler menulis sastra membuka beberapa cabang pelatihan sesuai cabang sastra yaitu pelatihan menulis kreatif puisi prosa (cerpen novel) dan drama. Dari beberapa cabang tersebut cerpen merupakan cabang yang paling banyak diminati. Cerpen adalah cerita yang dapat dibaca dalam sekali duduk yang memuat peristiwa singkat isi cerita yang pendek serta pelaku-pelaku yang relatif sedikit. Berdasarkan pengamatan cerpen merupakan cabang karya sastra yang banyak dikenal dan diperlombakan baik dalam lingkup pendidikan maupun masyarakat umum. Namun penulisan cerpen oleh siswa SMA masih banyak mengalami kesalahan. Kesalahan ini salah satunya disebabkan oleh ketidaktersediaan bahan pelatihan untuk menulis cerpen yang disusun khusus untuk suatu kegiatan termasuk kegiatan ekstrakurikuler. Berdasarkan hal tersebut peneliti melakukan penelitian dan pengembangan bahan pelatihan. Penelitian dan pengembangan yang peneliti lakukan memiliki tujuan untuk menghasilkan bahan pelatihan menulis cerpen untuk kegiatan ekstrakurikuler menulis sastra SMA/sederajat sesuai spesifikasi produk yang ditetapkan serta untuk mendeskripsikan kelayakan bahan pelatihan berdasarkan hasil uji yang diperoleh meliputi (1) deskripsi isi (2) sistematika penyajian (3) penggunaan bahasa dan (4) tampilan bahan pelatihan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan karena bertujuan menghasilkan produk. Prosedur penelitian dan pengembangan yang digunakan adalah adaptasi dari model Borg Gall. Berdasarkan kebutuhan prosedur penelitian dan pengembangan bahan pelatihan menulis cerpen yang telah diadaptasi tersebut meliputi delapan tahapan yaitu (1) penelitian dan pengumpulan informasi awal (2) perencanaan (3) pengembangan format produk awal (4) uji coba awal (5) revisi produk (6) uji lapangan (7) revisi produk akhir serta (8) desiminasi dan implementasi. Uji coba awal dilakukan dengan uji validasi meliputi validasi ahli materi dan ahli tampilan. Uji lapangan dilakukan kepada siswa anggota ekstrakurikuler menulis sastra SMAN 1 Lawang cabang cerpen berjumlah lima siswa. Jenis data yang diperoleh dari penelitian dan pengembangan ini adalah data angka dan data verbal. Data angka diperoleh berdasarkan angket uji coba sedangkan data verbal diperoleh dariii saran komentar maupun catatan dari para ahli dan siswa sebagai subjek uji lapangan baik berupa data tertulis maupun lisan. Berdasarkan uji kelayakan produk diperoleh data sebagai berikut. Persentase hasil uji ahli materi mencapai 82% dengan kualifikasi layak dan tindak lanjut implementasi. Persentase hasil uji tampilan mencapai 90% dengan kualifikasi sangat layak dan tindak lanjut implementasi. Sedangkan berdasarkan uji lapangan dengan pembagian angket penilaian kepada siswa terhadap bahan pelatihan menulis cerpen diperoleh persentase rata-rata mencapai 86 5% dengan kesan positif bahwa menurut siswa bahan pelatihan sangat bermanfaat dalam memandu menulis cerpen termasuk bagi penulis pemula. Sehingga berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahan pelatihan menulis cerpen untuk kegiatan ekstrakurikuler menulis sastra SMA ini sangat layak untuk diimplementasikan. Saran yang diberikan peneliti kepada peneliti dan pengembang lain yaitu (1) mengembangkan bahan pelatihan menulis cerpen untuk kegiatan ekstrakurikuler maupun lainnya dengan karakteristik yang lebih unik dan sesuai minat siswa yang dapat melengkapi kekurangan pada bahan pelatihan ini (2) memperhatikan kedalaman materi dan kesesuaian contoh yang disajikan dalam bahan pelatihan (3) menggunakan bahasa yang sesuai untuk tujuan bahan pelatihan yaitu bahasa yang sangat komunikatif dan tidak kaku untuk kegiatan ekstrakurikuler serta (4) memperhatikan tampilan khususnya ukuran kertas jarak dan jenis huruf serta sajian berupa bentuk visual yang lebih diminati dan dapat memotivasi siswa untuk berlatih.