UPT Perpustakaan UM

  • Beranda
  • Informasi
  • Repository UM
  • SIPADU UM
  • OPAC SIPADU

Pencarian Spesifik

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Skripsi

Perbedaan visualisasi atribut dan proporsi tubuh wayang kulit purwa gaya Surakarta dengan gaya Yogyakarta pada tokoh Arjuna / Achmad Saifurrijal

Saifurrijal, Achmad - Nama Orang;

Abstrak
i ABSTRAK Saifurrijal Achmad. 2017. Perbedaan Visualisasi Atribut dan Proporsi Wayang Kulit Purwa Gaya Surakarta dengan Wayang Kulit Purwa Gaya Yogyakarta Pada Tokoh Arjuna. Skripsi Jurusan Seni dan Desain Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Triyono Widodo M.Sn (II) Ike Ratnawati M.Pd. Kata Kunci Perbedaan visualisasi wayang kulit purwa tokoh Arjuna Arjuna adalah anggota keluarga Pandawa yang tengah atau ketiga putra Prabu Pandu dengan Dewi Kunthi. Tokoh Arjuna dalam dunia pewayangan antara Surakarta dengan Yogyakarta digambarkan kedalam bentuk visual wujud yang berbeda yaitu Arjuna gaya Surakarta lebih jangkung daripada Arjuna gaya Yogyakarta penyebab perbedaan bentuk visual wujud tersebut dikarenakan perpecahan kerajaan mataram menjadi 2 yaitu kasunanan Surakarta dan kesultanan Yogyakarta pada tahun 1755. Metode yang digunakan pendekatan penelitian kualitatif deskriptif. Peneliti bertindak sebagai instrumen utama dengan melibatkan. Dalang sebagai narasumber. Data pada penelitian ini diperoleh melalui metode observasi dan wawancara. Sedangkan untuk menguji keabsahan data dilakukan kegiatan metode triangulasi. Perbedaan visualisasi yang menonjol adalah pada atribut dan proporsi bagian atas tengah dan bawah yaitu Arjuna gaya Surakarta tidak memakai mangkara sedangkan Arjuna gaya Yogyakarta memakai mangkara mata satu sumping Arjuna gaya Surakarta memakai khudupturi dan Arjuna Yogyakarta memakai wederan. Selanjutnya Arjuna Surakarta dan Yogyakarta tidak memakai kalung melainkan sunggingan bludiran yang menyerupai kalung. Arjuna gaya Surakarta memiliki badan lebih ramping dan juga lebih jangkung dari badan Arjuna gaya Yogyakarta. Arjuna Surakarta memakai sabuk sembung Arjuna Yogyakarta memakai sabuk slepe dodot Arjuna gaya Surakarta memakai dodot warna merah ukiran semen dodot Arjuna gaya Yogyakarta menggunakan dodot berwarna utama coklat gelap dengan ukiran bubukan dan motif parang rusak Arjuna gaya Surakarta memakai pocong polos dan gaya Yogyakarta menggunakan pocong banyakan kaki Arjuna gaya Surakarta ukurannya lebih ramping/kurus gaya Yogyakarta lebih gemuk dan lebar. Dari hasil penelitian ini diharapkan kepada pembaca dan peneliti lain untuk mengkaji dan mempelajari secara lebih mendalam karena beberapa data hasil wawancara dan observasi tidak ditemukan di pustaka. Diharapkan penelitian tentang Tokoh Arjuna ini dapat dilanjutkan kajian mengenai sejarah tokoh Arjuna dan kajian makna atribut serta proporsi wayang tokoh Arjuna.


Informasi Detail
DDC
Rs 791.53 SAI p
Prodi
Universitas Negeri Malang. Program Studi Pendidikan Seni Rupa, 2017.
Deskripsi Fisik
ix, 66 lembar : il. , tab. ; 30 cm
Bahasa
Indonesia
No Reg
00867/KI/18
Edisi
Skripsi (Sarjana)--Universitas Negeri Malang. 2017
Subjek
1. WAYANG KULIT
2. PUPPETRY

Pembimbing
1. Triyono Widodo ; 2. Ike Ratnawati
Lampiran Berkas
You must be logged in to get fulltext


UPT Perpustakaan UM
  • Berita

Tentang Kami

TIM IT Perpustakaan 2023

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik