Skripsi
Pengaruh latihan ROM dan weight bearing terhadap derajat ROM (Range Of Motion) lutut dan kekuatan otot ekstremitas bawah pasca cedera sprain ACL (anterior Cruciate Ligament) grade 1 / Fitriatul Aini
Abstrak
iii ABSTRAK Aini Fitriatul. 2017. Pengaruh Latihan ROM dan Weight Bearing terhadap Derajat ROM Lutut dan Kekuatan Otot Ekstremitas Bawah Pasca Cedera Sprain ACL Grade 1. Skripsi Jurusan Ilmu Keolahragaan. Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. H. Mahmud Yunus M.Kes (II) Olivia Andiana S.Or M.Kes. Kata kunci sprain ACL ROM weight bearing. Sprain ACL (Anterior Cruciate Ligament) merupakan cedera yang terjadi karena robeknya ligamen pada lutut bagian depan. Terapi latihan berupa latihan ROM (Range of Motion) dan weight bearing dapat digunakan sebagai sarana mempercepat penyembuhan cedera. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan ROM dan weight bearing terhadap derajat ROM atau rentang gerak pada lutut dan kekuatan otot ekstremitas bawah pasca cedera sprain ACL grade 1. Penelitian ini menggunakan metode Single Subject Reasearch (SSR) atau penelitian subjek tunggal. Model desain penelitian yang digunakan adalah A-B-A yang menggunakan satuan ukur skor. Subjek dalam penelitian ini adalah penderita sprain ACL grade 1 akut yang telah menjalani prosedur pertolongan pertama cedera berupa RICE (Rest Ice Compression and Elevation). Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan memakai Goneometer untuk mengukur derajat rentang gerak lutut atau ROM lutut serta Leg Dynamometer. Pada baseline (A) dilakukan tes tanpa diberi perlakuan model latihan tes dilakukan sebanyak 3 sesi. Latihan ROM dan weight bearing diberikan pada fase intervensi (B) dan dilakukan sebanyak 12 sesi namun setiap 3 sesi dilakukan tes untuk melihat perkembangan subjek. Hal ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan ROM dan weight bearing terhadap derajat ROM lutut dan kekuatan otot ekstremitas bawah. Hasil penelitian yang diperoleh adalah adanya peningkatan gerak pada sendi yang ditandai dengan meluasnya rentang gerak sendi lutut atau derajat ROM serta peningkatan kekuatan otot ekstremitas bawah pada subjek setelah intervensi. Hasil penelitian yang telah dilakukan pada satu subjek penelitian di skripsi ini menunjukkan adanya pengaruh latihan ROM yang berupa heel prop heel slide prone knee flexion bike pendulums quat set serta weight bearing berupa gerakan single leg balance heel raises core lunges stand defend terhadap derajat ROM lutut dan kekuatan otot ekstremitas bawah. Hal ini dinyatakan dalam perhitungan persentase overlap fase baseline ke fase intervensi sebesar 20% dan meningkat menjadi 80%. Perhitungan tersebut menyatakan intervensi memiliki pengaruh terhadap peningkatan target behavior karena level perubahan selama penelitian adalah 60% yaitu peningkatan sebesar 320 pada derajat ROM lutut dan 50 kg pada kekuatan otot ekstremitas bawah. Persentase overlap derajat ROM lutut dan kekuatan otot ekstremitas bawah adalah 30%. Penelitian yang dilakukan belum sempurna sehingga membutuhkan penelitian lebih lanjut di tingkat sel dan jaringan.