Skripsi
Tuturan persuasif guru dalam interaksi belajar-mengajar bahasa Indonesia / Nurilla Ani Hikmatusholikhah
Abstrak
RINGKASAN Hikmatusholikhah Nurilla Ani. 2018. Tuturan Persuasif Guru dalam Interaksi Belajar-Mengajar Bahasa Indonesia. Skripsi Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing Prof. Dr. Dawud M.Pd. Kata Kunci tuturan persuasif teknik tuturan interaksi belajar-mengajar Tuturan persuasif adalah tuturan yang bertujuan untuk memengaruhi dan mengubah sikap individu melalui pesan-pesan komunikatif. Tuturan persuasif digunakan guru untuk memengaruhi siswa dalam memahami penjelasan materi pelajaran yang disampaikan guru. Dalam praktiknya di MAN 1 Kediri tuturan yang disampaikan guru tidak hanya pengetahuan dan keterampilan tentang materi pelajaran akan tetapi juga tuturan yang dapat memengaruhi siswa untuk melakukan suatu hal yang mendukung berjalannya proses belajar di kelas. Penelitian ini membahas penggunaan tuturan persuasif yang dilakukan guru dalam interaksi belajar-mengajar Bahasa Indonesia. Metode penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kualitatif jenis studi kasus lapangan. Penelitian ini difokuskan pada tuturan guru terhadap siswa dalam interaksi belajar-mengajar Bahasa Indonesia di kelas. Dengan demikian data penelitian ini adalah tuturan persuasif guru yang memiliki wujud isi dan teknik persuasif. Sementara sumber data penelitian ini adalah enam guru Bahasa Indonesia di MAN 1 Kediri. Data penelitian ini diperoleh dari hasil observasi perekaman dan wawancara. Data tersebut dianalisis sesuai fokus penelitian ini yaitu wujud isi dan teknik tuturan persuasif guru. Selanjunya data hasil analisis tersebut disimpulkan berdasarkan fokus penelitian dan dituliskan dalam bentuk laporan hasil penelitian. Berdasarkan hasil penelitian ini ditemukan 45 data tuturan persuasif yang disampaikan guru dalam interaksi belajar-mengajar. Tuturan persuasif tersebut dapat dilihat berdasarkan wujud isi dan teknik penyampaian tuturan persuasif. Berdasarkan wujud tuturan persuasif tuturan persuasif yang disampaikan guru dalam interaksi belajar-mengajar adalah tuturan persuasif deklaratif tuturan persuasif interogatif dan tuturan persuasif imperatif. Bentuk tuturan persuasif deklaratif adalah deklaratif runtut deklaratif inversi deklaratif aktif dan deklaratif pasif bentuk tuturan interogatif adalah interogatif informatoris dan interogatif konfirmatoris dan bentuk tuturan imperatif adalah imperatif positif dan imperatif negatif. Tuturan persuasif yang paling sering digunakan guru adalah tuturan persuasif deklaratif. Berdasarkan isi tuturan persuasif tuturan persuasif yang disampaikan guru dalam interaksi belajar-mengajar berdasarkan faktualitas isi adalah tuturan persuasif berisi berisi fakta dan tuturan persuasif berisi opini. Sementara tuturan persuasif berdasarkan wujud tuturannya adalah tuturan persuasif berisi peringatan tuturan persuasif berisi perintah tuturan persuasif berisi ajakan tuturan persuasif berisi saran dan tuturan persuasif berisi pertanyaan. Tuturan persuasif yang disampaikan guru berisi fakta dari teori langsung dan fakta contoh dari teori tersebut opini mengenai teori langsung dan contoh dari teori tersebut peringatanii langsung perintah biasa dan perintah halus ajakan langsung saran biasa dan halus serta pertanyaan informatif persetujuan dan penegasan. Tuturan persuasif yang paling sering muncul adalah tuturan persuasif yang berisi opini. Berdasarkan teknik tuturan persuasif tuturan persuasif yang disampaikan guru dalam interaksi belajar-mengajar adalah tuturan persuasif yang menggunakan teknik rasionalisasi teknik identifikasi teknik sugesti teknik konformitas teknik penggantian dan teknik proyeksi. Tuturan persuasif yang disampaikan guru menggunakan teknik rasionalisasi berdasarkan teori dan contoh teori identifikasi atas analisis siswa dan analisis situasi sugesti biasa dan sugesti halus konformitas atas penyesuaian situasi dan penyesuaian materi penggantian atas makna sesuai wujud yang berkaitan dan makna yang tidak berkaitan serta proyeksi secara halus dan biasa. Teknik yang paling sering muncul adalah teknik sugesti. Guru menyampaikan tuturan persuasif dengan tujuan membentuk tanggapan memperkuat tanggapan dan mengubah tanggapan siswa terhadap suatu hal. Guru menuturkan tuturan persuasif sesuai dengan situasi siswa dan keadaan sekitar sehingga memunculkan tuturan dengan wujud dan teknik yang bervariasi serta isi yang bermacam-macam. Tuturan tersebut ada yang bermakna tersurat dan ada yang bermakna tersirat. Berdasarkan hasil penelitian ini bagi pengajar Bahasa Indonesia dalam menjelaskan dan menyampaikan suatu materi atau motivasi hendaknya guru memengaruhi siswa dengan wujud yang bervariasi dan isi yang bermacammacam. Di samping itu guru hendaknya menggunakan teknik tuturan yang sesuai dengan konteks situasi kelas dan siswa. Hal itu akan lebih baik jika guru menyisipkan teknik sugesti pada setiap tuturannya untuk memperkuat tujuan tuturan tersebut. Sementara itu bagi penutur bahasa Indonesia penutur hendaknya menggunakan hasil penelitian ini sebagai referensi dan bahan perbandingan untuk mengadakan penelitian sejenis dalam ruang lingkup yang lebih khusus dan lebih luas.