Tesis
Analisis pertanyaan bacaan dalam buku teks bahasa Indonesia untuk sekolah lanjutan tingkat pertama / oleh Rusli T
Abstrak
ABSTRAK T. Rusli 1995. Analisis Pertanyaan Bacaan dalam Buku Teks Bahasa Indonesia untuk Sekolah Lanjutan Tingkat Per-tame. Tesis Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia PPS IKIP MALANG. Pembimbing (I) Dr.H. Imam Syafi ie (II) Mohammad Adnan Latief M.A. Ph.D. Kata-kata Kunci Pertanyaan Bacaan Buku Teks Pertanyaan bacaan dalam buku teks bahasa Indonesia me-megang peranan yang sangat penting dalam melatih pemahaman siswa terhadap materi pelajaran khususnya dalam pengajaran membaca. Untuk itu pertanyaan bacaan dalam buku teks tersebut perlu disusun dengan memperhatikan tingkatan pemahaman tertentu sesuai dengan jenjang pendidikan anak. Pentingnya pertanyaan bacaan itu juga tampak dart banyaknya hasil penelitian yang berhubungan dengan pertanyaan bacaan. Pada pengajaran bahasa Indonesia ada dua penelitian yang berhubungan dengan pertanyaan bacaan itu yaitu kesesuaian pertanyaan bacaan dalam buku teks bahasa Indonesia untuk SD dengan perkembangan mental anak (1990) dan kualitas pertanyaan bacaan dalam buku pelajaran bahasa Indonesia untuk SMA berdasarkan kurikulum 1984 karangan TIM IKIP MALANG (1994). Penelitian ini menindaklanjuti penelitian di atas de-ngan melihat besarnya proporsi pertanyaan bacaan pada masing masing tingkat pemahaman dan sebaran aktivitas yang dituntut oleh pertanyaan bacaan pada masing-masing tingkat pemahaman tersebut. Acuan yang digunakan adalah Taksonomi Barret. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kuantitatif. Sebagai sumber data penelitian ini adalah setiap wecana bacaan sebagai topik kegiatan pembelajaran yang terdapat di dalam buku teks bahasa Indonesia untuk SLTP kelas 2. Sedangkan sebagai data penelitian ini adalah semua pertanyaan bacaan pada akhir setiap topik pembelajaran tersebut. Secara umum temuan penelitian ini adalah pertanyaan bacaan yang terdapat di dalam buku teks bahasa Indonesia untuk SLTP disusun sesuai dengan tingkat pemahaman menurut Taksonomi Barret . Sedangkan secara khusus temuan peneltian ini adalah sebagai berikut. (1) Proporsi pertanyaan pemaham-an literal banyak sekali (2) proporsi pertanyaan pemahaman inferensial sedikit sekali (3) proporsi pertanyaan reorganisasi evaluatif dan apresiatif sudah cukup (4) sebaran aktivitas pertanyaan reorganisasi sudah merata dan (5) se-baran aktivitas yang dituntut oleh pertanyaan pemahaman li-teral inferensial evaluatif dan apresiatif belum merata. Berdasarkan temuan tersebut berikut ini dikemukakan beberapa saran. (.1) sebelum pertanyaan bacaan di dalam buku teks bahasa Indonesia itu digunakan sebagai alat pengajaran sebaiknya disempurnakan lagi. Idealnya pertanyaan bacaan yang perlu dilatihkan bagi anak usia SLTP kelas 2 lebih me-nekankan pada tahap reorganisasi dan mengurangi pertanyaan yang bersifat pemahaman literal (2) penyusunan pertanyaan bacaan pada akhir setiap wacana bacaan di dalam buku teks bahasa Indonesia harus memperhatikan tingkat pemahaman tertentu sehingga pertanyaan itu betul-betul behasil guna dalam pengajaran membaca (3) Kriteria yang digunakan dalam penelitian ini buatan peneliti sendiri karena itu penelitian laniutan mengenai masalah yang serupa disarankan dapat nierumuskan kriteria yang lebih representatif sehingga ditemukan kriteria yang lebih bersifat baku.