Skripsi
Pengelolaan kelas pada mata pelajaran pembentukan benda keramik di kelas XII KKR 2 SMKN 5 Malang / Eka Nur Koni’ah
Abstrak
ABSTRAK Koni ah Eka Nur. 2017. Pengelolaan Kelas Pada Mata Pelajaran Pembentukan Benda Keramik di Kelas XII KKR 2 SMKN 5 Malang. Skripsi Jurusan Seni dan Desain Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Ike Ratnawati S. Pd M. Pd (II) Lisa Sidyawati S. Pd M. Pd. Kata Kunci Pengelolaan Kelas Kriya Keramik Pembentukan. Pengelolaan kelas meliputi dua aktivitas utama yaitu mengelola siswa dan mengelola fisik. Keunggulan SMKN 5 Malang adalah satu-satunya sekolah kejuruan di Malangyang membukaJurusan Kriya Keramik. Jurusan tersebut dibuka berawal dari kepekaan peluang pasar kerja di Kota Malang. Sehingga guru senantiasa mendidik siswa untuk dipersiapkan menjadi kriyawan dan desainer handal. Alasan tersebut mendasari penulis untuk mencari tahupengelolaan kelas di Jurusan Kriya Keramik khususnya pada Mata Pelajaran Pembentukan Benda Keramik. Pembentukan Benda Keramik merupakan mata pelajaran produktif dimana siswa lebih banyak belajar secara praktik. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan pengelolaan kelas di Kelas XII KKR 2 SMKN 5 Malang terkait pengelolaan kondisi emosional siswa dan pengelolaan fisik kelas. Selain itu hasil penelitian ini dapatmemperkaya kajian pada ilmu pendidikan khususnya pengelolaan kelas produktif seni. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif yang mengungkapkan fakta-fakta pengelolaan kelas padaMata Pelajaran Pembentukan Benda Keramikdi Kelas XII KKR 2. Data berupa catatan lapangan audio dari rekaman wawancara serta foto selama penelitian di bengkel keramik berlangsung. Pengumpulan data dilakukan menggunakan teknikobservasi wawancara mendalam dan dokumentasi. Analisis data dimulai dari reduksi data penyajian data dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data menggunakan triangulasi metode sehingga dapat diperoleh kesimpulan mengenai pengelolaan kelas yang terjadi di kelas XII KKR 2. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkankegiatan penciptaan dan pemeliharaan kondisi belajar yang optimaldiupayakan guru denganmemaksimalkan fasilitas belajar di bengkel. Kegiatan pengembalian kondisi belajar yang optimaldiupayakan guru melalui upaya pencegahan pembenahan dan kuratif. Upaya pencegahan dilakukan dengan cara memberikan pengarahan kepada siswa mengenai hal-hal yang harus dipatuhi ketika di kelas. Upaya pembenahan dilakukan dengan cara memberikan respon secara langsung ketika siswa terlihat mengalami kesulitan dalam belajar. Upaya kuratif dilakukan dengan cara menegur siswa yang tidak disiplin. Pengelolaan fisik kelas meliputi pengaturan tempat duduk keindahan dan kebersihan kelas serta ventilasi pencahayaan yang diatur secara tradisional. Meskipun demikian hal tersebut tidak mempengaruhi proses belajar siswa karena guru mengupayakan dengan memberi kebebasan kepada siswa ketika bekerja dan penanaman kesadaran kebersihan.