Tesis
Evaluasi pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan menggunakan model countenance si SMP.MTs Kecamatan Trenggalek / Ibnu Darmawan
Abstrak
ABSTRAK Darmawan Ibnu. 2017. Evaluasi Pembelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan Menggunakan Model Countenance di SMP/MTs Kecamatan Trenggalek. Tesis Pendidikan Olah Raga Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. H. M.E. Winarno M.Pd (II) Dr. Sapto Adi M.Kes. Kata Kunci evaluasi pembelajaran countenance penjasorkes Pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan (Penjasorkes) merupakan mata pelajaran yang harus diajarkan di sekolah karena berperan penting dalam pembentukan manusia Indonesia seutuhnya. Maka dari itu keberhasilan pembelajaran Penjasorkes sangat diharapkan. Berdasarkan penelitian awal diketahui masih banyak kendala dalam pelaksanaan pembelajaran Penjasorkes di SMP/MTs swasta Kecamatan Trenggalek. Kendala-kendala tersebut mengakibatkan tidak tercapainya tujuan pembelajaran. Maka peneliti menilai dalam pembelajaran Penjasorkes di SMP/MTs swasta Kecamatan Trenggalek memerlukan evaluasi untuk perbaikan dan perencanaan di masa yang akan datang. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi pelaksanaan pembelajaran Penjasorkes di SMP/MTs Kecamatan Trenggalek. Evaluasi proses pembelajaran dilakukan untuk menentukan kualitas pembelajaran secara keseluruhan mencakup tahap perencanaan proses pembelajaran (antecedent) pelaksanaan proses pembelajaran (transaction) dan penilaian hasil pembelajaran (outcomes). Sesuai dengan tujuan maka rancangan yang digunakan yaitu penelitian evaluasi dengan pendekatan model countenance. Subyek penelitian yakni SMP 1 Muhammadiyah SMP Islam Al Marifah Darunnajah SMPIT Permata Ummat dan MTs Raden Paku. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan instrumen non tes dalam bentuk angket observasi dan dokumentasi. Hasil penilaian (judgement) diketahui kondisi pelaksanaan pembelajaran Penjasorkes di SMP/MTs Kecamatan Trenggalek belum memenuhi standar. Secara rinci pada setiap tahapan yaitu (a) tahap antecedent belum sepenuhnya sesuai standar dengan persentase 65 05% masuk kategori Cukup Baik (b) tahap transaction yaitu pelaksanaan pembelajaran Penjasorkes belum memenuhi standar dengan persentase 71 25% berkategori Baik (c) tahap outcomes yaitu penilaian yang dilakukan oleh guru dalam pembelajaran Penjasorkes belum memenuhi standar dengan persentase 62 92% berkategori Cukup Baik . Jadi diberikan rekomendasi pada semua tahapan dalam pembelajaran Penjasorkes di SMP/MTs Kecamatan Trenggalek. Rekomendasi pada setiap tahap yaitu (1) antecedent guru harus tertib admininstrasi dalam penyusunan RPP (2) transaction hendaknya guru menggunakan alat peraga/media pembelajaran yang menarik minat dan perhatian siswa serta strategi pembelajaran yang menyenangkan (3) outcomes guru harus autentik yaitu lengkap meliputi aspek keterampilan pengetahuan dan sikap dengan menyusun perencanaan penilaian yang meliputi rublik prosedur dan teknik penilaian yang dapat dituliskan di RPP.