UPT Perpustakaan UM

  • Beranda
  • Informasi
  • Repository UM
  • SIPADU UM
  • OPAC SIPADU

Pencarian Spesifik

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Skripsi

Muncul dan berkembangnya peci hitam sebagai simbol nasionalisme di Indonesia tahun 1921-1949 / Prita Yulianti

Yulianti, Prita - Nama Orang;

Abstrak
ABSTRAK Yulianti Prita. 2017. Muncul dan Berkembangnya Peci Hitam sebagai Simbol Nasionalisme di Indonesia Tahun 1921-1949. Skripsi Program Studi Ilmu Sejarah Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Najib Jauhari S.Pd. M.Hum. Kata Kunci Peci Hitam Simbol Nasionalisme. Peci hitam bukan sekedar penutup kepala umat Islam Indonesia lebih dari itu penutup kepala ini pernah menjadi alat pemersatu dan identitas bangsa pada masa kolonial Belanda. Peci ini digunakan Soekarno pada rapat Jong Java 1921. Padahal masa itu terjadi perdebatan budaya dimana kaum pergerakan masih mempermasalahkan tentang kebudayaan Jawa dan kebudayaan Eropa. Sementara peci merupakan sintesis keduanya. Peci dipilih Soekarno karena benda mungil ini merupakan perwakilan budaya akar rumput serta keegaliterannya yang tidak berbau SARA. Sehingga pemakainya akan merasa memiliki Indonesia yang berarti penolakan terhadap politik segregasi kolonial. Rumusan masalah penulisan ini adalah (1) Sejarah Muncul dan Berkembangnya Peci Hitam di Indonesia (2) Sejarah Peci Hitam menjadi Simbol Nasionalisme di Indonesia tahun 1921-1949. Penelitian ini menggunakan metode sejarah yang meliputi pemilihan topik pengumpulan sumber verifikasi (kritik sejarah keabsahan sumber) interpretasi analisis dan sintesis dan penulisan (historiografi). Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Peci merupakan kebudayaan Islam Melayu yang asal-usulnya masih menjadi perdebatan. Dan perkembangan peci dilatarbelakangi semakin meluas dan mengakarnya Islam di pesisir Pulau Jawa melalui pesantren (2) Peci Hitam menjadi simbol Nasionalisme karena perdebatan budaya antar kaum pergerakan yang membikin terpolarisasinya rakyat hingga perjuangan menuju kemerdekaan dirasa kurang bersatu. Hal inilah yang dilihat Soekarno yang kemudian diikrarkannya pada rapat Jong Java (1921) bahwasannya peci adalah simbol dari pada semangat nasionalisme yang menyatukan rakyat Indonesia dalam keberagaman untuk bersama menentang Kolonialisme Belanda. Bagi yang akan meneliti topik ini selanjutnya disarankan agar lebih mendalami masalah penelitian yang tentunya masih berkaitan dengan kebudayaan nasional yang akan membantu dalam menyikapi ragam kehidupan berbangsa dan bernegara.


Informasi Detail
DDC
Rs 959.8022 YUL m
Prodi
Universitas Negeri Malang. Program Studi Ilmu Sejarah, 2017.
Deskripsi Fisik
ix, 105 lembar : il. , tab. ; 30 cm
Bahasa
Indonesia
No Reg
01195/KI/18
Edisi
Skripsi (Sarjana)--Universitas Negeri Malang. 2017
Subjek
1. SEJARAH - INDONESIA - MASA PENDUDUKAN BELANDA
2. INDONESIAN HISTORY - PERIODS NETHERLANDS GOVERMENT

Pembimbing
1. Najib Jauhari
Lampiran Berkas
You must be logged in to get fulltext


UPT Perpustakaan UM
  • Berita

Tentang Kami

TIM IT Perpustakaan 2023

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik