Skripsi
Analisis morfologi paduan Al-Si dengan penguat nano partikel besi oksida / Yogi Tri Nurdiansyah
Abstrak
ABSTRAK Nurdiansyah Yogi Tri. 2017. Analisis Morfologi Paduan Al-Si Dengan Penguat Nano Partikel Besi Oksida. Skripsi Jurusan Teknik mesin. Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Rr. Poppy Puspitasari S.Pd. M.T. Ph.D. (2)Drs. Solichin S.T. M.Kes. kata kunci morfologi besi oksida Al-Si. Komponen otomotif yang terbuat dari paduan aluminium diantaranya adalah piston blok mesin cylinder head valve dan lain sebagainya. Sebagai konduktor listrik dan panas yang baik aluminium juga memiliki titik lebur yang rendah sehingga lebih mudah difabrikasi dibandingkan dengan logam lainnya. Hematit adalah bentuk mineral besi (III) Oksida atau juga di kenal sebagai bijih besi (bentuk alfa) atau maghemite (bentuk gamma) dalam bentuk mineral. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui uji morfologi Aluminium silikon dengan campuran besi oksida ( ). Persentase campuran yang digunakan sebesar 0 1% 0 2% 0 3% nanoparticle . Sedangkan temperatur peleburan yang digunakan adalah 660 C. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif karena datanya diekspresikan dengan angka. Sedangkan dari rancangannya penelitian ini menggunakan rancangan eksperimental karena data dihasilkan dari uji di laboratorium. Untuk analisis data penelitian ini menggunakan metode deskriptif karena penelitian hanya untuk mendeskripsikan variabel yang di teliti. Total Spesimen Al-Si ada 3 dan ukuran pada setiap spesimen panjang 20 mm lebar 20 mm dan tinggi 5 mm. Berdasarkan hasil SEM paduan aluminium silikon dengan variasi persentase besi oksida maka didapatkan presipitat yang mengalami pertumbuhan. Morfologi paduan aluminium silikon dengan variasi besi oksida menunjukkan peningkatan presipitat dan berbentuk semakin homogen secara berturut-turut dimulai dari spesimen variasi 0 1% 0 2% dan 0 3%. Hal ini menunjukkan bahwa semakin banyak campuran besi oksida mengakibatkan peningkatan presipitat dan berbentuk homogen yang menunjukkan kekerasan dari spesimen.