Skripsi
Pengembangan instrumen diagnostik two-tier untuk mengidentifikasi miskonsepsi materi struktur dan fungsi jaringan tumbuhan kelas VIII SMP / Vindy Foniastuti
Abstrak
i ABSTRAK Foniastuti Vindy. 2016. Pengembangan Instrumen Diagnostik Two-Tier untuk Mengidentifikasi Miskonsepsi Materi Stuktur dan Fungsi Jaringan Tumbuhan Kelas VIII SMP. Skripsi Program Studi Pendidikan IPA. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Prayitno M.Pd. (II) Vita Ria Mustikasari S.Pd. M.Pd. Kata Kunci miskonsepsi two-tier struktur dan fungsi jaringan tumbuhan IPA (Ilmu Pengetahuan Alam) mempelajari fenomena-fenomena yang terdapat di alam. Terdapat banyak konsep IPA yang bersifat abstrak. Salah satu konsep IPA yang bersifat abstrak terdapat pada materi yang diajarkan di SMP kelas VIII tentang struktur dan fungsi jaringan tumbuhan. Konsep tersebut dianggap penting karena dasar dari materi yang lebih kompleks mengenai struktur dan fungsi jaringan tumbuhan pada yang lebih tinggi. Akan tetapi banyak siswa yang mengalami miskonsepsi dalam materi tersebut. Miskonsepsi sulit diubah sehingga mempengaruhi pemahaman konsep selanjutnya. Salah satu cara mengidentifikasi miskonsepsi tersebut adalah dengan tes diagnostik two-tier. Tujuan dari penelitian dan pengembangan ini adalah untuk menghasilkan instrumen diagnostik two-tier yang valid dan reliabel serta mengidentifikasi miskonsepsi yang terjadi pada siswa. Penelitian pengembangan ini menggunakan model ADDIE. Model tersebut memiliki 5 langkah pengembangan. Akan tetapi pada penelitian dan pengembangan ini digunakan 4 langkah yaitu (1) melakukan studi kepustakaan dan lapangan (2) menganalisis KI/KD mengembangkan peta konsep menyusun kisi-kisi tes menyusun soal pilihan ganda beralasan terbuka dan melakukan uji coba (3) mengembangkan instrumen memvalidasi pada validator revisi dan mengujicobakannya pada siswa menganalisis data hasil uji coba untuk melihat validitas reliabilitas taraf kesukaran dan daya beda dan (4) mengidentifikasi miskonsepsi yang terjadi pada siswa dengan melihat kekonsistenan siswa menjawab soal apabila jumlah siswa yang mengalami miskonsepsi 8805 20% maka akan ditelaah lebih lanjut. Pengembangan instrumen tes ini menghasilkan 24 soal yang valid dengan reliabilitas sebesar 0.795. Hasil uji coba soal dengan sampel siswa SMP sebanyak 97 siswa ditemukan miskonsepsi sebagai berikut (1) buah merupakan perkembangan bakal biji hasil dari penyerbukan benang sari dan putik (91 13%) (2) pada percobaan Ingenhousz air yang menyusut pada tabung reaksi dikarenakan proses penguapan air (50 81%) (3) manfaat dari tumbuhan hijau melakukan fotosintesis adalah untuk menghasilkan energi berupa cadangan makanan (25 57%) (4) manfaat dari tumbuhan hijau melakukan fotosintesis adalah membersihkan gas karbon dioksida diudara (43 28%) (5) respirasi pada tumbuhan hanya terjadi pada sel-sel daun (48 75%) (6) ciri modifikasi batang adalah memiliki daun dan akar adventif (72 72%).