UPT Perpustakaan UM

  • Beranda
  • Informasi
  • Repository UM
  • SIPADU UM
  • OPAC SIPADU

Pencarian Spesifik

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Skripsi

Perkembangan bentuk Musik Kentrung Trisantoso Budaya Desa Dayu Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar / Eka Bayu Setiawan

Setiawan, Eka Bayu - Nama Orang;

Abstrak
ABSTRAK Setiawan Bayu Eka. 2017. Perkembangan Bentuk Musik Kentrung Trisantoso Budaya Desa Dayu Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar (1994 2016). Skripsi Program Studi Pendidikan Seni Tari dan Musik Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Ninik Harini M.Sn (2) Hartono S.Sn. M.Sn. Kata Kunci Perkembangan Bentuk Musik Kentrung Kesenian merupakan salah satu jenis kebutuhan manusia yang berkaitan dengan pengungkapan rasa keindahan dalam memenuhi kebutuhan-kebutuhan keindahan manusia mencipta berbagai macam bentuk kesenian yang berdampingan saling mempengaruhi sebagai sumber penciptaan yang satu terhadap yang lainnya. Kesenian kentrung memiliki dua unsur seni yakni seni musik dan seni sastra. Kesenian Kentrung Trisantoso Budaya merupakan satu-satunya kesenian kentrung yang masih bertahan di Blitar. Walaupun kentrung merupakan kesenian tradisional namun tidak membuat Sumeh menghentikan kegiatan berkesenian dengan grup kentrung Trisantoso Budaya. Adanya ide dan gagasan yang muncul Sumeh menambahkan dua pemain ke dalam grup tersebut sebagai vokal dan pemain kecer. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mendeskripsikan perkembangan bentuk musik kentrung Trisantoso Budaya desa Dayu Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar tahun 1994 2016. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Subyek penelitian ini adalah Sumeh dan Kuwat. Lokasi penelitian dilakukan di desa Dayu Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar. Prosedur pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi wawancara dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan yaitu analisis data model interaktif Miles dan Huberman dengan tahapan mereduksi data penyajian data serta penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan triangulasi sumber dan metode. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa musik kentrung Trisantoso Budaya pada tahun 1994 1999 hanya beranggota tiga orang dengan menggunakan empat alat musik yang terdiri dari kendhang ketipung kethuk dan terbang. Setelah terjadi perkembangan pada tahun 2000 2016 jumlah anggota menjadi lima orang satu orang sebagai sinden dan empat orang lainnya sebagai pengiring dengan instrumen tambahan berupa kecer. Kesimpulan penelitian ini adalah musik kentrung yang mengalami perkembangan pada tahun 2000 dengan menambahkan dua anggota sehingga jumlahnya menjadi lima orang dan juga lima instrument yang terdiri dari kendhang ketipung kethuk terbang dan kecer. Berdasarkan hasil penelitian disarankan untuk peneliti lain melakukan penelitian mengenai alat-alat musik dan syair yang digunakan dalam musik kentrung.


Informasi Detail
DDC
Rs 781.621 SET p
Prodi
Universitas Negeri Malang. Program Studi Pendidikan Senib Tari Dan Musik, 2018.
Deskripsi Fisik
ix, 79 lembar : il. , tab. ; 30 cm
Bahasa
Indonesia
No Reg
01442/KI/18
Edisi
Skripsi (Sarjana)--Universitas Negeri Malang. 2018
Subjek
1. MUSIK RAKYAT - KENTRUNG
2. FOLK MUSIC - KENTRUNG

Pembimbing
1. Ninik Harini ; 2. Hartono
Lampiran Berkas
You must be logged in to get fulltext


UPT Perpustakaan UM
  • Berita

Tentang Kami

TIM IT Perpustakaan 2023

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik