Skripsi
A comparative study of English Department students\' perfomance based on their previous high school background / Randy Levin Virgiawan
Abstrak
ABSTRAK Virgiawan R.L. 2017. StudiKomparatifterhadap Performa MahasiswaSastraInggrisUniversitasNegeri Malang berdasarkanJurusan SMATerdahulu .Skripsi JurusanSastraInggris UniversitasNegeri Malang. Pembimbing (1) Dra. SinthaTresnadewi M.Pd (2) Prof. Dr. H. Gunadi Harry Sulistyo M.A. Kata Kunci JurusanTerdahulu IPA IPS Performa Bahasa Inggris Meskipun tidak ada perbedaan dalam pembelajaran Bahasa Inggris di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) antara murid Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) baik dalam Kurikulum Nasional (dulu K-13) ataupun Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Bahasa Inggris sebagai jurusan dan program studi pada tingkat perguruan tinggi dikategorikan sebagai jurusan milik IPS. Pengkategorian ini berlawanan dengan dua hal bagaimana Bahasa Inggris dipandang sebagai mata pelajaran umum di SMA dan juga situasi pembelajaran pada jurusan Sastra Inggris di tingkat universitas sendiri yang tidak terlalu mempermasalahkan jurusan terdahulu ataupun latar belakang mahasiswa yang ada. Kategorisasi pada level perguruan tinggi ini secara tidak langsung memberikan anggapan bahwa jurusan Sastra Inggris lebiih cocok untuk diambil para lulusan IPS. Lebih jauh lagi tercipta asumsi bahwa latar belakang studi mahasiswa di tingkat SMA mempunyai pengaruh pada pencapaian bahasa Inggris mereka di tingkat perkuliahan. Penelitianinidilakukanuntukmengetahuiadaatautidaknyapengaruhjurusan SMA denganperformamahasiswa di jurusanSastraInggris UM.Jurusan SMA pada riset ini adalah IPA (Ilmu Pengetahuan Alam) dan IPS (Ilmu Pengetahuan Sosial). RisetinijugadilakukanuntukmengetahuiperspektifmahasiswaterhadapbeberapamasalahmengenaipembelajaranbahasaInggrismerekabaiksebelumatausesudahberada di universitas. Penelitianinimenggunakan model kausalkomparatifatauex-post factodengansampelmahasiswaSastraInggristahun 2012 sampai 2015.Sumber databerupaKartuHasilStudi (KHS) dankuesioner. Analisis data menggunakanSPSS for Windows sebagaipenghitungannya. Hasilrisetmenunjukkantidakadaperbedaansignifikanantaraperformamahasiswadari IPA dan IPS.Inimenunjukkantidakadanyahubunganantarajurusanterdahuludanpencapaianmerekasebagaimahasiswa. Salah satu penyebabnya adalah tidak adanya perbedaan pembelajaran bahasa Inggris di tingkat SMA pada kedua jurusan- dengan kata lain sama. Faktor lain yang dipercaya menyebabkan tidak adanya perbedaan signifikan antara dua kubu ini adalah pembelajaran Intensive Course dan Skill Courses pada tingkat perkuliahan yang meminimalisir jika tidak bisa dikatakan menghilangkan beberapa faktor potensial dari perbedaan kedua jurusan yang bisa mempengaruhi performa mereka di perkuliahan. Para mahasiswainijugatidaksetujudenganpandanganJurusanSastraInggris di perkuliahansebagaijurusan IPS yang spesifik namunlebihkepadajurusan yang terbukauntuk IPA maupun IPS samasepertiBahasaInggris di SMA yang jugasamauntukkeduanya. Saran yang diajukan oleh peneliti mengenai temuan penelitian ini adalah tentang perubahan sistem kategorisasi ujian masuk perguruan tinggi nasional Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Indonesia (SNMPTN) dan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Indonesia (SBMPTN) di Indonesia yang menempatkan Jurusan Bahasa Inggris dalam kategori IPS. Sebagai alternatif peneliti juga menyarankan untuk kembali mengevaluasi pemisahan yang ketat dan kaku antara IPA dan IPS baik di lingkungan sekolah menengah maupun perguruan tinggi. Untuk penelitian mendatang peneliti menganjurkan untuk melakukan penelitian pada hal serupa karena masih sedikit penelitian mengenai hal ini di Indonesia.