Skripsi
Analisis suseptibilitas dan ukuran bulir mineral magnetik pada tanah perkebunan kakao Desa Koting A, Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur / Elisabeth Risna Rosalina
Abstrak
RINGKASAN Rosalina E. R. 2018. Analisis Suseptibilitas Dan Ukuran Bulir Mineral Magnetik Pada Tanah Perkebunan Kakao Desa Koting A Kabupaten Sikka Provinsi Nusa Tenggara Timur. Skripsi Jurusan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I). Dr. Siti Zulaikah S.Pd. M.Si (II). Daeng Achmad Suaidi S.Si M.Kom. Kata Kunci mineral magnetik XRF suseptibilitas magnetik SEM-EDAX Dalam penelitian ini telah dilakukan pengukuran suseptibilitas dan ukuran bulir mineral magnetik pada tanah perkebunan kakao desa Koting A Kabupaten Sikka Provinsi Nusa Tenggara Timur. Sampel diuji menggunakan Susceptibilitymeter Bartington MS2B untuk mengidentifikasi suseptibilitas magnetik tanah X- Ray Fluorescence untuk mengidentifikasi kandungan unsur kimia dalam tanah dan SEM-EDAX untuk melihat ukuran bulir mineral magnetik. Nilai suseptibilitas magnetik tanah perkebunan kakao daerah Koting A Kabupaten Sikka memiliki rentang nilai suseptibilitas magnetik low frequency ( 119883 119897 119891 ) antara (12 03 19 64)x10-6m-3kg-1 untuk rentang nilai suseptibilitas magnetik high frequency ( 119883 8462 119891 ) antara (11 82-19 47) x10-6m-3kg-1 dengan nilai suseptibilitas magnetik frequency dependent ( 119883 119891 119889 ) sebesar 0 47% - 2 07%. Berdasarkan hasil uji XRF pada daerah perkebunan Koting A didapatkan bahwa unsur Fe mempunyai presentase terbesar. Presentase Fe paling tinggi pada sampel T9.3 dengan presentase sebesar 38 3 % dan presentase Fe paling rendah pada sampel T3.6 dengan presentasi sebesar 37 1 %. Hasil SEM-EDAX menunjukkan bahwa ukuran bulir magnetik dan suseptibilitas magnetik frekuensi rendah ( 119883 119897 119891 ) memiliki kesebandingan di mana semakin besar ukuran bulir magnetik maka semakin besar pula suseptibilitas magnetik frekuensi rendah ( 119883 119897 119891 ).