Tugas Akhir
Analisis sistem pengendalian internal persediaan barang dagang pada UMKM AA Packaging House / Nanda Desi Prasetya
Abstrak
ABSTRAK Prasetya Nanda Desi. 2017. Analisis Sistem pengendallian internal Persediaan Barang Dagang pada UMKM AA Packaging House. Tugas Akhir Program Studi Diploma III Akuntansi fakultas Ekonomi Universitas negeri Malang. Pembimbing Ika Putri Larasati S.E. M.Com. Kata Kunci Sistem pengendalian internal persediaan barang dagang pengendalian persediaan Persediaan adalah aset yang dimiliki perusahaan yang kemudian disimpan untuk digunakan dalam proses produksi yang dimaksud untuk dijual dalam operasi bisnis perushaaan. UMKM AA Packaging House sebagai perusahaan yang bergerak dalam bidang dagang membutuhkan sistem pengendalian internal dalam mengamankan aset perusahaan. Aset tersebut yaitu berupa persediaan yang perlu dilindungi dari risiko-risko yang mungkin dapat terjadi. Persediaan yang sering rusak dan cacat hingga terjadi retur dari pelanggan disebabkan karena barang tidak sesuai dengan yang dipesan menjadi permasalahan utama yang dihadapi UMKM AA Packaging House. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem pengendalian internal persediaan barang dagang pada UMKM AA Packaging House. Informasi yang diterima digunakan untuk menganalisis apakah sistem pengendalian internal persediaan barang dagang pada UMKM AA Packaging House sudah dijalankan dengan baik atau tidak serta menemukan permasalahan terhadap sistem pengendalian internal persediaan barang dagang dengan memberikan rekomendasi untuk mengatasi permasalahan yang terdapat pada UMKM AA Packaging House. Komponen sistem pengendalian internal yang perlu dianalisis yaitu lingkungan pengendalian aktivitas pengendalian penaksiran risiko persediaan informasi dan komunikasi tentang persediaan dan pemantauan persediaan. Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan UMKM AA Packaging House belum sepenuhnya menjalankan komponen-komponen pengendalian internal persediaan barang dagang. Persediaan sering terjadi rusak maupun cacat karena terdapat beberapa prosedur penerimaan barang penyimpanan barang yang tidak dilakukan. Permasalahan-permasalahan tersebut dapat diperbaiki dengan cara meningkatkan pengawasan terhadap pelaksanakan tugas kepada karyawan serta memonitoring hasil dari pelaksanaan tugas tersebut. Dengan adanya monitoring dan pengawasan maka dapat meminimalkan peluang karyawan untuk tidak melakukan prosedur yang harus dijalankan sehingga dapat terhindar dari risiko persediaan.