Skripsi
Persepsi masyarakat terhadap makna simbolik dalam tradisi Buka Luwur makam Sunan Kudus di Desa kauman Kecamatan Kota Kabupaten Kudus / Mar’atul Mualifah
Abstrak
ABSTRAK Mualifah M. 2018. Persepsi Masyarakat Terhadap Makna Simbolik dalam Tradisi Buka Luwur Makam Sunan Kudus di Desa Kauman Kecamatan Kota Kabupaten Kudus. Skripsi Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Sri Untari. M.Si (II) Rusdianto Umar. S.H. M.Hum. Kata Kunci Tradisi Buka Luwur Makna Muatan Edukasi. Tradisi Buka Luwur merupakan salah satu tradisi yang terus dilaksanakan di Kota Kudus. Melestarikan tradisi dan budaya adalah hal penting bagi masyarakat agar identitas diri yang dimiliki tidak mudah tergerus oleh perkembangan zaman. Menurut para ahli kebudayaan saat ini sejumlah warisan budaya masa lalu sedikit demi sedikit mulai terkena dampak dari globalisasi yaitu masuknya budaya luar yang dapat menggeser eksistensi budaya nusantara. Hal tersebut terlihat dengan semakin sedikitnya generasi muda yang mengenal dan memahami budayanya sendiri. Agar eksistensi suatu kebudayaan tidak hilang dan punah tergerus perkembangan dan kemajuan zaman hendaknya selalu diwariskan kepada generasi penerusnya salah satunya adalah melalui pelestarian tradisi budaya lokal yang tentunya memiliki nilai-nilai atau motivasi tertentu dalam masyarakat sebagai warisan kekayaan budaya daerah. Tradisi Buka Luwur merupakan salah satu warisan budaya turun temurun yang ada di Desa Kauman Kecamatan Kota Kabupaten Kudus. Tradisi ini dilaksanakan dengan menggantikan kain luwur penutup makam yang digunakan membungkus nisan cungkup dan bangunan di sekitar makam Sunan Kudus. Tradisi ini dilaksanakan setiap tahun sekali guna mengenang sosok Sunan Kudus yang telah berjasa di Kota Kudus. Suatu tradisi tentunya memiliki makna yang baik. Berangkat dari hal itu peneliti mengadakan penelitian terhadap makna simbolik tradisi Buka Luwur. Penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu dan mendeskripsikan beberapa hal meliputi (1) pelaksanaan tradisi Buka Luwur makam Sunan Kudus (2) makna pelaksanaaan tradisi Buka Luwur (3) makna simbol perlengkapan dalam tradisi Buka Luwur (4) muatan edukasi yang terkandung dalam tradisi Buka Luwur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif expost facto. Pendekatan ini digunakan karena sebagian data diperoleh dari data berupa kata-kata atau data lisan dari orang-orang atau tindakan yang tidak bisa diwakili dengan angka-angka statistik. Sedangkan expost facto dikarenakan tradisi sudah berlangsung sebelum penelitian ini dilaksanakan. Jenis penelitian adalah penelitian studi kasus yang dilakukan secara intensif untuk memperoleh pengetahuan mendalam tentang suatu peristiwa. Metode pengumpulan data yang digunakan melalui wawancara observasi dan studi dokumentasi. Subjek penelitian ini adalah sekretaris YM3SK Juru Kunci dan Kepala Desa Kauman yang terkait langsung dengan tradisi Buka Luwur serta masyarakat sekitar. Peneliti berperan sebagai instrumen yaitu sebagai pengumpul data dalam penelitian. Kegiatan analisis data dilakukan dengan analisis penjodohan pola menurut Robert K yin yaitu dengan membandingkan pola yang diprediksikan dengan kenyataan di lapangan. Pengecekan keabsahan data peneliti menggunakan teknik ketekunan pengamatan dengan membaca berbagai referensi buku maupun hasil penelitian atau dokumen yang sejenis dengan temuan peneliti. Berdasarkan hasil analisis data tersebut peneliti memperoleh empat kesimpulan sebagai berikut. Pertama pelaksanaan tradisi Buka Luwur terdapat banyak rangkaian acara mulai dari kegiatan penjamasan pusaka munadharah masail diniyah doa Rasul dan terbangan khatmil Qur an santunan anak yatim pembagian bubur Asyura pembacaan qasidah albarjanzi pengajian umum pembagian berkat salinan dan pembagian sego jangkrik atau uyah asem dan yang terakhir adalah pemasangan luwur makam Sunan Kudus. Kedua makna pelaksanaan tradisi Buka Luwur diharapkan masyarakat dapat terus mengenang jasa-jasa Sunan Kudus dalam mendirikan kota Kudus mentauladani perjuangan Sunan Kudus dalam menyebarkan dan mengembangkan agama islam di kota Kudus serta mentauladani kepemimpinan Sunan Kudus dalam membangun karakter masyarakat dengan semboyan gusjigang dalam tradisi Buka Luwur ini semua doa-doa yang dipanjatkan kepada Tuhan shodaqoh-shodaqoh yang diberikan pahalanya dikirimkan kepada Sunan Kudus tradisi ini menjadi tradisi ngalap berkahnya Sunan Kudus yang tentunya memiliki karomah yang besar.Ketiga makna perlengkapan yang digunakan dalam tradisi Buka Luwur antara lain menyan ingkung opor jajan pasar sego jangkrik bubur Asyura kain luwur serta pakaian yang digunakan memiliki makna yang baik. Keempat muatan edukasi yang terkandung dalam tradisi Buka Luwur antara lain kerukunan gotong-royong toleransi religius saling berbagi saling peduli ikhlas adil demokratis dan mencintai tradisi budaya daerah. Saran bagi masyarakat DesaKauman peneliti mengharapkan agar masyarakat Desa Kauman dapat terus melaksanakan tradisi Buka Luwur sebagai wujud pelestarian tradisi budaya daerah agar tidak hilang. Bagi generasi penerus bangsa peneliti mengharapkan agar pemuda-pemudi di Desa Kauman khususnya atau pemuda-pemudi Kota Kudus pada umumnya untuk tidak melupakan sejarah menghormati para Auliya yang telah berjasa bagi Kota Kudus generasi muda juga dapat mentauladani spirit ketokohan Sunan Kudus dalam menyebarkan dan mengembangkan agama islam di Kota Kudus dengan segala ajarannya. Bagi peneliti lain dapat melakukan penelitian terkait masalah-masalah yang belum dibahas atau mengkaji tentang tradisi-tradisi budaya di Kudus yang lain sebagai warisan kekayaan budaya daerah yang perlu untuk terus dilestarikan agar tidak hilang tergerus oleh perkembangan zaman. ABSTRACT Mualifah M. 2018. Comunity Perseption Of Symbolic Meaning In Tradition Open Luwur Of Sunan Kudus In The Kauman Village Kota Subdistrict Kudus Regency. Thesis Department of Law and Citizenship Faculty of Social Sciences State University of Malang. Counselor (1) Dr. Sri Untari. M.Si (II) Rusdianto Umar. S.H. M. Hum. Keywords Tradition Open Luwur Meaning Education Content. Tradition Open Luwur is one of the tradition which is carried out in the holy city. Knowing and preserving traditions and culture is important for the community so that their identity is not easily eroded by the times. According to cultural experts today a number of cultural heritage of the past little by little began to be affected by globalization namely the entry of foreign culture that can shift the cultural existence of the archipelago. This is seen by the less young people who know and understand their own culture. In order for the existence of a culture is not lost and extinct eroded development and progress of the era should always be inherited to the generation of successor the younger generation. One of them is through the preservation of local cultural traditions that certainly have certain values or motivations in the community as a cultural heritage of the region. Tradition Open Luwur is one of the hereditary cultural heritage that exist in Kauman Village District of Kudus Regency. This tradition is carried out by replacing the tarpaulin cover cloth used to wrap the headstone cupola and building around the tomb of Sunan Kudus. This tradition is held every year to commemorate the figure of Sunan Kudus who has been instrumental in the Holy City. In a tradition certainly has a good meaning. Departing from it researchers conducted research on the symbolic meaning of traditions Open Luwur.This research aims to find out and describe several things including (1) execution of tradition of Open Luwur tomb of Sunan Kudus (2) meaning of Open Luwur Tradition (3) meaning of symbol of equipment in Tradition Open Luwur (4) contents of education contained in the Open Luwur tradition. The method used in this research is qualitative expost facto approach. This approach is used because some data is derived from data in the form of words or verbal data from people or actions that can not be represented with statistical figures. While the expo facto due to tradition has been going on before this research is implemented. This type of research is an intensive case study study to gain in-depth knowledge of an event. Methods of data collection used through interviews observation and study documentation. The subject of this research is the secretary of YM3SK Interpreter and Head of Kauman Village which is directly related to the Open Luwur tradition. Researchers act as instruments namely as collectors of data in research. The activity of data analysis is done by pattern patterning analysis according to Robert K yin that is by comparing the predicted pattern with reality in the field. To maintain the validity of the data the researcher uses observational diligence technique by reading various references of books and research results or documents similar to the findings of the researcher. From the results of data analysis the researchers obtained four conclusions as follows. First the implementation of the Open Luwur tradition there are many series of events ranging from heritage handling activities munadharah masail diniyah prayers of Rasul and terbangan Khatmil Qur an compensation orphans distribution of Asyura porridge recitation qasidah albarjanzi public recitation division of copy blessing and the division of sego jangkrik or uyah asem and the last is the installation of the Sunan Kudus tomb. Secondly the meaning of the implementation of the Open Luwur tradition is expected to continue to commemorate the services of Sunan Kudus in establishing the holy city mentanuladani Sunan Kudus struggle in disseminating and developing the religion of Islam in the city of Kudus and mentauladani Sunan Kudus leadership in building the character of society with the motto gusjigang in this Open Luwur tradition all prayers are offered to God shodaqoh-shodaqoh given reward sent to Sunan Kudus this tradition became a tradition of blessing Sunan Kudus which certainly has a great karomah Third the meaning of the equipment used in the tradition of Open Luwur among others menyan ingkung opor jajan market sego crickets Asyura porridge luwur cloth as well as clothing used that has a good meaning. Fourthly the educational content contained in the Open Luwur tradition includes harmony mutual assistance tolerance religion sharing caring sincere fair democratic and loving regional culture. Suggestions for Kauman Village community researchers hope that Kauman Village community can continue to implement the tradition of Open Luwur as a form of preservation of local cultural traditions in order not to disappear. For thenext generation researchers expect young people in Kauman Village in particular or young people of Kudus in general not to forget history respecting the Auliya who have contributed to the Holy City the younger generation can also mentauladani spirit of Sunan Kudus character in spreading and develop the religion of Islam in the Holy City with all its teachings. For other researchers can do research related issues that have not been discussed or review other cultural traditions in Kudus as a legacy of cultural richness of the region that need to be preserved so as not lost lost by the development of the times