Skripsi
Struktur dan fungsi materi cerita wayang dalam bahan ajar bahasa Jawa kelas X SMA / Pregiwo Shandy Pramesty
Abstrak
i RINGKASAN Pramesty Pregiwo Shandy. 2018. Struktur dan Fungsi Materi Cerita Wayang dalam Bahan Ajar Bahasa Jawa Kelas X SMA. Skripsi Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing Dr. Sunoto M.Pd. Kata Kunci struktur fungsi materi cerita wayang bahan ajar bahasa Jawa. Struktur materi adalah susunan unsur materi yang membangun materi sehingga membentuk keutuhan berdasarkan urutan penyajian materi. Cerita wayang merupakan salah satu materi dalam pembelajaran bahasa Jawa kelas X SMA yang sarat akan tuntunan dalam pembelajaran. Bahan ajar adalah segala bentuk bahan yang dapat digunakan guru dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar untuk memandu siswa memahami materi yang disampaikan. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan (1) struktur materi cerita wayang dan (2) fungsi materi cerita wayang dalam bahan ajar bahasa Jawa untuk siswa kelas X SMA terhadap pembelajaran bahasa Jawa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data dalam penelitian ini adalah kutipan materi cerita wayang dalam bahan ajar bahasa Jawa Sayata Basa Jawa kanggo SMA/MA Kelas X Piwulang Basa Jawa Muatan Lokal Wajib Jawa Timur karangan Hidayah dan Nayirotin serta Wiyata Basa Jilid 1 kanggo SMA/SMK/MA Kelas X karangan Sukendro dan Susanti. Pemilihan kedua bahan ajar di atas sebagai sumber data adalah hasil dari penggunaan teknik sampling acak atau random sampling. Instrumen yang digunakan adalah peneliti sendiri. Dalam penelitian ini kedudukan peneliti adalah sebagai perencana pelaksana pengumpul data penganalisis penafsir data dan pelapor hasil penelitiannya. Dalam hal ini peneliti bertindak sebagai pembaca yang aktif terus menerus membaca mengamati dan mengidentifikasi bahan ajar yang sesuai dengan tujuan penelitian kemudian menafsirkan dan melaporkan hasilnya untuk membantu peneliti dalam mengumpulkan dan menganalisis data penelitian digunakan instrumen pembantu berupa tabel pemandu. Berdasarkan hasil analisis data tersebut diperoleh dua kesimpulan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama struktur materi cerita wayang dalam bahan ajar bahasa Jawa kelas X SMA menggunakan lima unsur yang terpadu dan tidak dapat berdiri sendiri. Kelima unsur yang dimaksud yaitu unsur judul unsur pembuka unsur materi unsur paramasastra dan unsur evaluasi. Kelima unsur yang dipaparkan tersebut membentuk komposisi materi dimulai dari jenis materi fakta konsep prosedur kreatif dan produktif dengan berbagai macam bentuk sajian materi. Semantara itu materi cerita wayang dalam bahan ajar bahasa Jawa kelas X juga sudah dapat dikategorikan ke dalam kategori cukup baik karena beberapa materi dalam cerita wayang sudah dikaitkan pada tingkatan porsi materi yang relevan yaitu materi dimulai dari jenis fakta dilanjutkan ke konsep bukan sebaliknya. Kedua fungsi materi cerita wayang dalam bahan ajar bahasa Jawa kelas X SMA terhadap pembelajaran bahasa Jawa lebih dominan memiliki fungsi lebih dari satu pada setiap materi yang disampaikan. Karena hanya ada lima materi cerita wayang yang hanya memiliki satu fungsi. Selain itu fungsi materi juga lebih ditekankan pada fungsi materi berdasarkan tujuan yaitu sebagai alat pencapai kompetensi dasar. Dengan demikian pada dasarnya materi cerita wayang hanya bertujuan untuk memberikan fungsi secara kognitif bukan afektif. Peneliti menyarankan kepada penyusun bahan ajar bahasa Jawa agar lebih memperhatikan pola penggunaan materi pembuka untuk lebih variatif. Penyusun bahan ajar dapat menambah sajian materi berupa tembang dolanan daripada tembang macapat serta menggunakan nama-nama tokoh wayang muda. Hal tersebut dilakukan bertujuan agar siswa dapat ikut bernyanyi bersama-sama serta bertujuan agar sesuai dengan usia remaja. Saran untuk mahasiswa bahasa Jawa untuk mengembangkan bahan ajar materi cerita wayang. Pengembangan materi cerita wayang dengan memperhatikan komposisi muatan materi dan urutan penyajiannya agar diberikan secara terpadu dan jangan disampaikan sendirisendiri. Hal ini bertujuan agar materi cerita wayang dapat lebih dipahami. Terakhir untuk peneliti selanjutnya disarankan agar melakukan penelitian lanjutan yang berkaitan dengan materi cerita wayang dalam bahan ajar. Penelitian lanjutan tersebut bertujuan untuk mengetahui gambaran secara umum materi cerita wayang selain dilihat berdasarkan struktur dan fungsinya.