Skripsi
Penerapan kolaborasi model pembelajaran two stay two stray dan problem posing untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran kewirausahaan (studi pada siswa kelas XII Jurusan Multimedia di SMK Islam Kota Batu) / Yeni Mulyani
Abstrak
i ABSTRAK Mulyani Y. 2018. Penerapan Kolaborasi Model Pembelajaran Two Stay Two Stray dan Problem Posing untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Kewirausahaan (Studi pada Siswa Kelas XII Jurusan Multimedia di SMK Islam Kota Batu). Skripsi Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing Dr. H. Ludi Wishnu Wardana S.T. S.Pd. S.E. M.M. Kata Kunci kolaborasi model pembelajaran two stay two stray dan problem posing dan hasil belajar. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang dilakukan oleh peneliti dengan guru mata pelajaran Kewirausahaan bahwa jurusan Multimedia memiliki hasil belajar yang rendah pada mata pelajaran Kewirausahaan dibandingkan dengan jurusan Pemasaran Akuntansi Perbankan Syariah RPL dan TKJ. Siswa kelas XII memiliki permasalahan yaitu (1) hasil belajar siswa yang rendah (2) rendahnya motivasi siswa dalam mengikuti pembelajaran khususnya pada mata pelajaran Kewirausahaan yang menyebabkan siswa pasif dan enggan untuk bertanya dan (3) guru belum menemukan model yang tepat untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Peneliti memiliki alternatif model pembelajaran yaitu kolaborasi model pembelajaran Two Stay Two Stray dan Problem Posing yang diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa dan dapat menambah variasi model yang akan digunakan. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) Penerapan kolaborasi model pembelajaran Two Stay Two Stray dan Problem Posing pada mata pelajaran Kewirausahaan siswa kelas XII Multimedia SMK Islam Kota Batu dan (2) Penerapan kolaborasi model pembelajaran Two Stay Two Stray dan Problem Posing dapat meningkatkan hasil belajar pada mata pelajaran Kewirausahaan siswa kelas XII Multimedia SMK Islam Kota Batu. Jenis Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan pada siswa kelas XII jurusan Multimedia SMK Islam Kota Batu yang berjumlah 22 siswa. Penelitian tindakan kelas ini dilakukan dalam 2 siklus dimana dalam setiap siklus dilakukan dua kali pertemuan dengan alokasi waktu (2 x 45 menit) setiap pertemuan. Setiap siklus terdapat 4 tahap yaitu (1) tahap perencanaan (2) tahap pelaksanaan (3) tahap observasi dan (4) refleksi. Teknik pengumpulan data melalui (1) wawancara (2) observasi (3) dokumentasi (4) tes dan (5) catatan lapangan. Analisis data melalui tiga tahap yaitu (1) reduksi data (2) paparan data dan (3) penyimpulan hasil analisis. Penelitian ini menggunakan dua model pembelajaran yaitu model pembelajaran Two Stay Two Stray dan Problem Posing yang dilaksanakan dalam satu pembelajaran pada mata pelajaran Kewirausahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan kolaborasi model pembelajaran Two Stay Two Stray dan Problem Posing dapat dilaksanakan dengan baik sesuai RPP. Secara keseluruhan dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Hal ini dapat dilihat dari hasil belajar siswa siklus I dan siklus II terjadi peningkatan setiap siklusnya yaitu nilai rata-rata siklus I sebesar 72 02 meningkat 5 53 menjadi 77 55 pada siklus II. Selanjutnya rata-rata presentase keberhasilan ii siswa pada siklus I sebesar 51 80% mengalami peningkatan sebesar 25 07% pada siklus II menjadi 76 87%. Dengan demikian penggunaan kolaborasi model pembelajaran Two Stay Two Stray dan Problem Posing dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Kesimpulan yang bisa diambil dalam penelitian ini yaitu (1) penerapan kolaborasi model pembelajaran Two Stay Two Stray dan Problem Posing dapat dilaksanakan dengan baik sesuai dengan RPP dan (2) penerapan kolaborasi model pembelajaran Two Stay Two Stray dan Problem Posing dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Saran yang dapat diberikan oleh peneliti yaitu (1) bagi guru disarankan agar merencanakan terlebih dahulu sebelum melakukan tindakan pembelajaran (2) bagi sekolah bisa mengadakan pelatihan untuk guru dalam menggunakan model pembelajaran yang bervariasi dan (3) bagi peneliti lainnya disarankan agar penelitian untuk hasil belajar tidak hanya pada ranah kognitifnya saja tetapi pada ranah afektif dan psikomotor.