Skripsi
Perbandingan penggunaan strategi literasi dalam pembelajaran bahasa Indonesia dan ilmu pengetahuan alam di kelas VII SMP Negeri 4 Malang / Putri Rudi Yuli Setyowati
Abstrak
RINGKASAN Setyowati Putri Rudi Yuli. 2018. Perbandingan Penggunaan Strategi Literasi dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia dan Ilmu Pengetahuan Alam di Kelas VII SMP Negeri 4 Malang. Skripsi Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing Dr. Endah Tri Priyatni M.Pd. Kata Kunci perbandingan strategi literasi pembelajaran Strategi literasi dalam pembelajaran bertujuan untuk mengembangkan kemampuan kognitif melalui berpikir tingkat tinggi dengan tujuan akhir pengembangan karakter dan keterampilan berpikir tingkat tinggi. Strategi literasi dimaknai sebagai beragam teknik yang disusun dan diterapkan oleh guru untuk meningkatkan keterampilan berbahasa siswa dengan memanfaatkan teks untuk menyelesaikan masalah sehingga kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa meningkat. Strategi literasi dapat digunakan pada semua mata pelajaran di SMP. Pada pembelajaran yang berfokus pada teks penggunaan strategi literasi dapat dilihat dalam pembelajaran Bahasa Indonesia sedangkan pada pembelajaran yang berfokus pada kegiatan observasi dan praktikum penggunaan strategi literasi dapat dilihat dalam pembelajaran IPA. Oleh karena itu peneliti ingin membandingkan penggunaan strategi literasi antara pembelajaran Bahasa Indonesia dengan pembelajaran IPA. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan penggunaan strategi literasi dalam perencanaan (RPP) dan pelaksanaan pembelajaran Bahasa Indonesia dan IPA. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kualitatif deskriptif. Data penelitian ini adalah paparan informasi tentang strategi literasi pada langkahlangkah pembelajaran selama empat pertemuan dalam RPP Bahasa Indonesia dan empat pertemuan dalam RPP IPA. Data kedua adalah paparan informasi tentang strategi literasi dalam transkrip pelaksanaan pembelajaran Bahasa Indonesia dan IPA di kelas VII SMP sebanyak empat kali pertemuan yang bersumber dari peristiwa belajar mengajar di dalam kelas. Instrumen pengumpul data dalam penelitian ini adalah peneliti panduan wawancara alat perekam panduan penelaahan RPP dan panduan pelaksanaan pembelajaran. Sementara itu instrumen analisis data meliputi panduan analisis dan kodifikasi data. Pada tahap analisis data terdapat lima tahap yang dilakukan yaitu identifikasi data klasifikasi data kodifikasi data penyajian data dan penarikan simpulan. Berdasarkan analisis data ditemukan 72 data strategi literasi pada langkahlangkah pembelajaran dalam RPP serta 47 data strategi literasi pada pelaksanaan pembelajaran Bahasa Indonesia dan IPA. Perbandingan penggunaan strategi literasi dapat dilihat berdasarkan waktu pelaksanaan yaitu kegiatan pendahuluan kegiatan inti dan kegiatan penutup. Pada langkah-langkah pembelajaran dalam RPP strategi literasi yang digunakan pada pembelajaran Bahasa Indonesia dan IPA berbeda. Pada rencana kegiatan pendahuluan strategi literasi yang menonjol dalam pembelajaran IPA dan tidak digunakan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia adalah membuat prediksi. Hal ini karena kegiatan dalam pembelajaran IPA adalah observasi dan praktikum sehingga siswa dilatih membuat hipotesis. Pada rencana kegiatan inti variasi strategi literasi yang digunakan pada pembelajaran Bahasa Indonesia dan IPA sama tapi proses kognitif yang digunakan oleh siswa lebih kompleks pada pembelajaran Bahasa Indonesia. Strategi literasi yang menonjol pada rencana kegiatan inti adalah mengidentifikasi tujuan membaca serta memvisualisasi dan/atau think aloud yang digunakan pada semua pertemuan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia dan IPA. Hal ini karena siswa terlibat aktif untuk mengamati dan berdiskusi dengan kelompok. Pada rencana kegiatan penutup strategi literasi yang menonjol adalah menyimpulkan hasil pembelajaran yang hanya digunakan pada rencana kegiatan penutup Bahasa Indonesia. Sementara pada pembelajaran IPA strategi yang menonjol adalah mengonfirmasi merevisi atau menolak prediksi yang dilakukan sebagai respons kegiatan membuat prediksi. Oleh karena itu berdasarkan variasi strategi literasi dan proses kognitif yang digunakan strategi literasi dalam pembelajaran Bahasa Indonesia lebih kompleks daripada pembelajaran IPA. Strategi literasi yang digunakan pada pelaksanaan pembelajaran Bahasa Indonesia dan IPA juga berbeda. Pada pelaksanaan kegiatan pendahuluan strategi literasi yang menonjol adalah membuat prediksi dan curah pendapat yang hanya digunakan pada pembelajaran IPA. Hal ini karena kegiatan yang dilakukan dalam pembelajaran IPA adalah observasi dan praktikum sehingga siswa membuat hipotesis dan mengaitkan dengan pengetahuan sebelumnya. Pada pelaksanaan kegiatan inti variasi strategi literasi yang digunakan juga lebih banyak pada pembelajaran IPA. Akan tetapi kompleksitas proses kognitif yang digunakan pada pelaksanaan kegiatan inti pembelajaran Bahasa Indonesia lebih kompleks daripada pembelajaran IPA. Strategi literasi yang menonjol dalam pelaksanaan kegiatan inti antara Bahasa Indonesia dan IPA adalah mengidentifikasi informasi yang relevan serta memvisualisasi dan/atau think aloud. Hal ini karena siswa terlibat aktif dalam pembelajaran berpikir keras dan mengungkapkan pemahamannya. Pada pelaksanaan kegiatan penutup variasi strategi literasi yang digunakan lebih banyak pada pembelajaran Bahasa Indonesia daripada pembelajaran IPA. Oleh karena itu apabila dilihat dari variasi strategi literasi yang digunakan maka strategi literasi dalam pembelajaran IPA lebih bervariasi tetapi kompleksitas proses kognitif yang digunakan lebih kompleks pada pembelajaran Bahasa Indonesia daripada pembelajaran IPA. Berdasarkan hasil penelitian ini saran bagi guru Bahasa Indonesia adalah hendaknya strategi literasi membuat prediksi dan curah pendapat digunakan pada kegiatan pendahuluan dalam RPP dan pelaksanaan pembelajaran untuk melatih keterampilan berpikir kritis-kreatif siswa. Hal ini karena strategi literasi tersebut dapat membangkitkan skemata dan antusias siswa dalam kegiatan membaca. Bagi guru IPA strategi literasi menyimpulkan hasil pembelajaran hendaknya dapat digunakan pada perencanaan dan pelaksanaan kegiatan penutup dalam pembelajaran agar pemahaman siswa terhadap pembelajaran lebih kuat. Sementara itu bagi peneliti selanjutnya penelitian ini dapat dijadikan masukan untuk melakukan penelitian lanjutan untuk melihat strategi literasi pada seluruh guru Bahasa Indonesia pada satu sekolah meneliti efektifitas penggunaan strategi literasi dalam pembelajaran serta pengembangan bahan ajar berbasis strategi literasi.