Tugas Akhir
Analisis persepsi konsumen tentang brand awareness, perceived quality, brand association, dan brand loyalty pada strategi branding yang diterapkan Kedai 27 Burger Buto (studi kasus pada Kedai 27 Burger Buto, Malang) / Muhammad Ridwan Ilyas
Abstrak
i ABSTRAK Ilyas Ridwan. 2017. Analisis Persepsi Konsumen tentang Brand Awareness Perceived Quality Brand Association dan Brand Loyalty pada Strategi Branding yang Diterapkan Kedai 27 Burger Buto Malang. Tugas Akhir Jurusan Akuntansi fakultas ekonomi Universitas Nnegeri Malang. Pembimbing bety nur Achadiyah S.pd. M.Sc. Kata Kunci Strategi branding Persepsi Konsumen Manajemen Perusahaan Ketepatan pemilihan brand strategy serta brand equity yang muncul akibat manajemen brand dapat memberikan suatu respon yang bermacam-macam bagi konsumen. Hal ini juga disebut juga sebagai customer-base yang merupakan suatu bentuk pendekatan brand equity dari perspektif pelanggan. Suatu brand dikatakan memiliki brand equity yang positif jika pelanggan bereaksi positif (favorable) terhadap produk atau proses pemasaran ketika suatu brand diidentifikasikan dibandingkan dengan ketika tanpa menggunakan brand. Selain itu brand equity yang positif akan membuat konsumen lebih menerima sebuah perluasan brand memiliki sensitivitas yang rendah terhadap kenaikan harga dan penarikan iklan dan lebih berhasrat untuk merekomendasikan brand tersebut kepada yang lain. Sebaliknya jika suatu brand dikatakan memiliki brand equity yang negatif apabila konsumen bereaksi negatif pada aktivitas pemasaran dari suatu brand dibandingkan dengan suatu produk yang tidak memiliki brand. Jadi perbedaan consumer responses yang membentuk brand equity direfleksikan dalam persepsi kesukaan dan tingkah laku yang terkait dengan pemasaran brand tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi konsumen terhadap implementasi strategi branding dan elemen brand equity terkait yang selama ini diterapkan oleh kedai 27 Burger Buto. Adapun elemen yang diteliti adalah brand awarreness brand loyalty perceived quality dan brand associations. Data penelitian diperoleh dari data primer berupa angket dan wawancara langsung dengan narasumber. Temuan penelitian menunjukkan bahwa setiap konsumen yang diteliti memiliki pandangan masing-masing terhadap strategi yang diterapkan. Secara umum para konsumen menilai bahwa strategi perusahaan sudah berjalan dengan baik sesuai harapan masing-masing konsumen kecuali untuk persepsi tentang keyakinan konsumen akan produk perusahaan. Hal ini diharapkan menjadi evaluasi bagi manajemen perusahaan.