Skripsi
Penerapan model pembelajaran learning by doing dalam pelatihan manajemen puskesmas di UPT Latkesmas Murnajati Lawang Kabupaten Lawang / Lina Yunita Sari
Abstrak
v RINGKASAN Sari Lina Yunita. 2018. Penerapan Model Pembelajaran Learning by Doing dalam Pelatihan Manajemen Puskesmas di UPT Latkesmas Murnajati Kabupaten Malang. Skripsi Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Lasi Purwito M.S. (II) Sopingi S.Sos M.Pd Kata Kunci pelatihan penerapan learning by doing Pelatihan merupakan serangkaian kegiatan yang diselenggarakan untuk mengembangkan pengetahuan kemampuan dan sikap guna meningkatkan kinerja sesorang dalam bidang tertentu. Pada pelaksanaan pelatihan yang pesertanya adalah orang dewasa menggunakan model pembelajaran learning by doing. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran learning by doing di UPT Latkesmas Murnajati Kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara observasi dan studi dokumen. Sedangkan analisis data dilakukan melalui reduksi data penyajian data dan menarik kesimpulan. Pada pengecekan keabsahan data dilakukan teknik triangulasi sumber dan tringulasi teknik agar data yang didapat merupakan data yang valid. Hasil penelitian menyatakan bahwa pada pelatihan manajemen puskesmas menggunakan metode penugasan diskusi kelompok role play dan kunjungan lapangan. Metode-metode tersebut merupakan metode yang masuk dalam model pembelajaran learning by doing yaitu menjadikan peserta belajar melalui praktek secara langsung. Penerapan model pembelajaran learning bydoing digunakan karena peserta pelatihan merupakan orang dewasa yang sudah memiliki pengalaman dibidangnya. Pada penerapanya terdapat kelemahan dan kelebihan. Kelebihannya adalah model pembelajaran tersebut dapat terlaksana karena materi dapat tersampaikan sesuai dengan aturan yang ada dan peserta mendapatkan manfaat setelah mengikuti pelatihan. Sedangkan kelemahannya adalah fasilitator yang berasal dari luar UPT Laktesmas Murnajati masih belum mampu menerapkannya dengan baik karena latar belakang fasilitator tesebut merupakan pegawai Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur dan bukan sebagai pengajar selain itu tidak adanya pengendali kelas juga sehingga tidak ada yang berperan mengendalikan fasilitator. Selain itu peserta yang tidak sesuai dengan kriteria atau mengikuti pelatihan karena terpaksa demi menggugurkan kewajiban maka yang terjadi adalah peserta mengalami kejenuhan ketika fasilitator kurang mampu menerapkan model pembelejaran learning by doing. Berdasarkan hasil penelitian maka saran yang diberikan (1) Peserta pelatihan harus disesuaikan dengan kriteria yang ada pada kerangka acuan (2) Fasilitator pelatihan harus sesuai dengan kriteria fasilitator yaitu telah mengikuti TOT (Training of Trainer) mengenai manajemen Puskesmas (3) UPT Latkesmas Murnajati harusnya memiliki pengendali kelas agar pelatihan dapat berjalan lancar.