Skripsi
Tindak tutur direktif guru dalam pembelajaran siswa kelas IV SDN I Blendis Kecamatan Gondang Kabupaten Tulungagung / Diyah Ayu Puspitasari
Abstrak
i RINGKASAN Puspitasari Diyah Ayu. 2018. Tindak Tutur Direktif Guru dalam Pembelajaran Siswa Kelas IV di SDN I Blendis Kecamatan Gondang Kabupaten Tulungagung. Skripsi Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing Drs. Pidekso Adi M.Pd. Kata Kunci tindak tutur direktif guru bentuk tuturan direktif fungsi tuturan direktif dan strategi tuturan direktif. Proses pembelajaran merupakan hal yang pernah dialami seseorang dalam rangka mencari ilmu di sekolah maupun di tempat lain. Dalam pembelajaran tersebut terdapat tujuh unsur penting yang wajib ada yaitu guru siswa tujuan materi metode/strategi alat dan sumber dan konteks. Dari ketujuh unsur tersebut terdapat unsur aktif yakni guru dan siswa. Dalam konteks interaksi pembelajaran kedudukan guru masuk dalam superordinasi dimana terdapat dua fungsi penting yaitu fungsi yuridiksi dan fungsi regulasi. guru memiliki fungsi yuridiksi maksudnya adalah guru memiliki kontrol penting dalam menjalankan pembelajaran di dalam kelas dan memiliki otoritas tinggi. Sedangkan fungsi regulasi adalah guru memiliki fungsi penting dalam mengatur jalannya pembelajaran. Dalam mengatur jalannya pembelajaran sesuai dengan tujuan yang diharapkan guru membagi kegiatan tersebut menjadi tiga yaitu kegiatan pembuka/pendahuluan inti dan penutup. Dalam kegiatan tersebut tentunya terjadi komunikasi dengan siswa. Guru memberikan rangsangan secara verbal agar siswa dapat mengetahui arah dari pembelajaran tersebut. Rangsangan tersebut biasanya berupa tuturan-tuturan yang dapat menghidupkan kelas. Tuturan yang digunakan guru dalam proses pembelajaran paling banyak adalah tuturan direktif. Tindak Tutur Direktif adalah tindak ujar yang dilakukan penuturnya dengan maksud agar si pendengar melakukan tindakan yang dimaksudkan dalam ujaran tersebut misalnya pertanyaan permintaan perintah larangan dan lain-lain. Tindak tutur tersebut sering sekali digunakan oleh guru dalam proses pembelajaran di kelas. Hal inilah yang membuat peneliti bermaksud untuk meneliti tuturan direktif guru dalam proses pembelajaran siswa kelas IV SD Negeri I Blendis. Penelitian ini dilakukan di SDN I Blendis kecamatan Gondang Kabupaten Tulungagung karena berdasarkan studi lapangan sekolah dasar tersebut merupakan salah satu sekolah yang terletak di area terluar Kabupaten Tulungagung. Peran guru menjadi lebih dominan di dalam kelas. Guru tidak hanya difungsikan sebagai sumber ilmu dan informasi tetapi juga sebagai pemberi rangsangan dan motivasi agar siswa aktif berpartisipasi dalam proses pembelajaran. Penilitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini berupa tindak tutur guru dalam pembelajaran yang diperoleh dari rekaman tuturan guru dan telah ditranskripsikan. Instrumen yang digunakan ii untuk mengumpulkan data berupa peneliti sendiri yang dibantu dengan instrumen penelitian tambahan yakni berupa alat perekam serta tabel pedoman analisis data. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan perekaman transkripsi data dan identifikasi data. Kegiatan analisis data dimulai dengan merekam tindak tutur guru di dalam kelas mentranskripsi data mengidentifikasi data memberi kode data dan menganalisis data berdasarkan rumusan masalah. Untuk menjaga keabsahan data diadakan pemeriksaan ulang hasil temuan penelitian dan mendiskusikannya dengan pembimbing. Berdasarkan analisis data diperoleh tiga simpulan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama dari keenam bentuk tindak tutur direktif yang muncul tindak tutur direktif pertanyaan merupakan bentuk yang paling banyak ditemukan hal ini dikarenakan kondisi siswa yang pasif membuat guru sering kali mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang bertujuan merangsang siswa aktif dan mampu berpartisipasi dengan baik dalam kegiatan pembelajaran tersebut. Kemudian fungsi yang paling sedikit ditemukan adalah bentuk nasihat hal ini dikarenakan bentuk tersebut digunakan guru sebagai pengingat diakhir pembelajaran. Kedua dari keenam bentuk tersebut yang banyak ditemukan ragam fungsinya adalah tindak tutur direktif perintah hal ini tidak linier mengingat bentuk yang paling banyak ditemukan adalah bentuk pertanyaan. Ketiga terdapat dua strategi penuturan guru dalam proses pembelajaran siswa kelas IV SD Negeri I Blendis yaitu strategi penuturan langsung dan tidak langsung. Strategi penuturan langsung merupakan strategi yang mayoritas digunakan guru dalam proses pembelajaran siswa kelas IV SD Negeri I Blendis. Strategi penuturan langsung menunjukkan sering kali guru mengekspresikan maksud tuturannya secara langsung kepda mitra tutur (siswa). Meskipun begitu terdapat beberapa penggunaan strategi tidak langsung yang digunakan guru. Saran disampaikan kepada guru siswa dan peneliti lain. Bagi guru hendaknya menambah variasi tuturan yang lebih beragam dalam penyampaian materi dan juga diharapkan bisa menggunakan bahasa yang baik dan benar sebagai contoh yang baik untuk siswa. Bagi siswa pemanfaatan tindak tutur direktif perlu ditingkatkan baik dalam interaksi pembelajaran di sekolah maupun interaksi dengan masyarakat. Dengan adanya pemanfaatan tindak tutur direktif yang maksimal maka akan menciptakan interaksi yang lancar. Bagi peneliti lain yang hendak melakukan penelitian dalam pengambilan data memakai alat bantu rekam lebih dari satu seperti kamera handphone kamera digital atau kamera DSLR agar hasil rekaman lebih bagus dan data yang didapatkan lebih akurat.