Skripsi
Pelaksanaan Gerakan Literasi Baca Tulis di SDN Madyopuro 2 Kecamatan Kedungkandang Kota Malang / Aldhie Kusuma Zhein
Abstrak
i ABSTRAK Zhein Aldhie Kusuma. 2016. Pelaksanaan Gerakan Literasi Baca Tulis Di SDN Madyopuro 2 Kecamatan Kedungkandang Kota Malang. Skripsi Prodi S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Imam Nawawi M.Si. (II) Dra. Nihayati S.Pd. M.Pd. Kata Kunci Gerakan Literasi Literasi Baca Tulis Salah satu di antara enam literasi dasar yang perlu kita kuasai adalah literasi baca-tulis. Membaca dan menulis merupakan literasi yang dikenal paling awal dalam sejarah peradaban manusia. Keduanya tergolong literasi fungsional dan berguna besar dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian tentang pelaksanaan gerakan literasi baca tulis ini dilakukan guna mengetahui bagaimana kesesuaian pelaksanaan gerakan literasi baca tulis kelas I V di SDN Madyopuro 2 Malang dengan buku panduan pelaksanaan yang ada. Pada Penelitian ini pendekatan dan jenis penelitian yang adalah pendekatan kualitatif. Pada penelitian ini peneliti menggunakan metode deskriptif. Pendekatan ini lebih mengarah pada deskripsi suatu peristiwa perilaku atau keadaan tertentu secara rinci dalam bentuk narasi. Berdasarkan temuan peneliti terkait persiapan pelaksanaan gerakan literasi baca tulis guru-guru tidak melakukan persiapan pelaksanaan secara tertulis melainkan melakukan persiapan pengadaan bahan bacaan literasi baca tulis. Persiapan yang dilakukan guru yaitu mensortir buku bahan bacaan yang dibaca siswa membaca buku yang ada pada sudut baca serta mempersiapkan bahan bacaan yang dibaca siswa. Pada pelaksanaannya kegiatan literasi baca tulis dilakukan setiap hari selasa rabu kamis (tergantung situasi dan kondisi kegiatan yang dilakukan sekolah). Kegiatan membaca buku non pelajaran di SDN Madyopuro 2 Malang dilakukan selama 15 menit sebelum pembelajaran dimulai. Hal ini sesuai dengan Permendikbud Nomor 23 Tahun 2015 yang menyebutkan salah satu kegiatan di dalam gerakan literasi adalah kegiatan 15 menit membaca buku nonpelajaran sebelum waktu belajar dimulai. Berdasarkan panduan pelaksanaan gerakan literasi pelaksanaan pelaksanan kegiatan literasi baca tulis di SDN Madyopuro 2 Malang secara keseluruhan belum terlaksana sesuai dengan buku panduan yang ada. Diharapkan pelaksanaan yang sudah berjalan saat ini dikembangkan sesuai dengan buku panduang dan peraturan pemerintah yang berlaku. Pelaksanaan kegiatan literasi baca tulis harus lebih inovatif dan didukung dengan lingkungan literasi yang baik. ii ABSTRACT Zhein Aldhie Kusuma. 2016. Implementation of Read Literacy Movement In SDN Madyopuro 2 District Kedungkandang Malang. Thesis Prodi S1 - Elementary School Teacher Education Department of Primary School Education and Preschool Faculty of Education State University of Malang. Counselor (I) Drs. Imam Nawawi M.Si. (II) Dra. Nihayati S.Pd. M.Pd. Keywords Literacy Movement Read Literacy One of the six basic literatures we need to master is literacy. Reading and writing is the earliest known literacy in the history of human civilization. Both are functional and functional literacy great in everyday life. Reading and writing habits also need to be developed early on with the habituation learners can develop their critical thinking skills. The approach and type of research used in this research is qualitative approach. In this study researchers used descriptive method because in data processing researchers tend to describe the results of observations in the form of descriptive reviews. This approach is more directed to the description of a particular event behavior or situation in detail in the form of narration. Based on the findings of researchers related to the preparation of the literacy movement teachers from class I - V have the same preparation criteria either preparation of reading loud or silent. Teachers do not do preparation of the implementation in writing but preparing the procurement of literacy reading materials. Preparation done by the teacher that is sorting book reading material read by student read book which exist in reading corner and prepare reading material read by student. In the implementation of literacy activities conducted every day Tuesday Wednesday Thursday (depending on the situation and conditions of activities undertaken school). Non-lesson reading activities at SDN Madyopuro 2 Malang were conducted for 15 minutes before the lesson began. This is in accordance with Permendikbud Number 23 of 2015 which mentions one of the activities in the literacy movement is a 15 minute activity of reading a non-learning book before the time of study begins. Based on the guidance of literacy movement implementation of literacy movement literacy implementation in SDN Madyopuro 2 Malang as a whole has not been done in accordance with the existing guidebook. It is expected that the current implementation is developed in accordance with applicable books and government regulations. The implementation of literacy activities should be more innovative and supported by a good literacy environment.