Skripsi
Pengembangan permainan outbond berbasis e-book untuk memacu tumbuh kembang motorik anak usia 8-9 tahun / Dicky Fajar Ramadan
Abstrak
iii ABSTRAK Ramadhan Dicky Fajar. 2017. Pengembangan Model Permainan Outbond Berbasis E-Book untuk Memacu Tumbuh Kembang Motorik Anak Usia 8-9 Tahun. Skripsi Jurusan Ilmu Keolahragaan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Sapto Adi. M.Kes. (II) Dr. Saichudin M.Kes. Kata kunci permainan outbond tumbuh kembang anak. Permainan Outbond merupakan kegiatan yang mempunyai berbagai keterlibatan aktivitas fisik maupun pola pikir dalam melakukan sebuah tindakan. Ada banyak hal yang membuat permainan outbond sangat diminati diantaranya permainan dilakukan di luar ruangan menarik gerakan yang fleksibel dan melatih mental memiliki berbagai variasi permainan yang membentuk kerjasama dan kekompakan. Dalam kehidupan modern dari pengamatan peneliti ditemukan anak usia rentangan 8-9 tahun sudah memiliki ketertarikan akan sebuah permainan dalam komputer maupun smartphone yang membuat anak malas untuk bergerak aktif. Pada dasarnya anak seharusnya lebih belajar gerak untuk penyempurnaan tumbuh kembang motorik anak. Tujuan penelitian ini menghasilkan model pengembangan permainan outbound berbasis ebook untuk memacu tumbuh kembang motorik anak usia 8-9 tahun di Desa Landungsari Dau Malang dalam gerak motorik sehingga dapat mengembangkan berbagai aspek untuk pengoptimalan aktivitas gerak dasar anak. Tahapan model pengembangan yang paling sesuai adalah model penmbangan dari Dick Carey dan Carey (2001 6) yang terdiri dari 9 tahapan. (1) analisis kebutuhan untuk menentukan tujuan (2) melakukan analisis (3) mengidentifikasi karakteristik anak (4) merumuskan tujuan khusus (5) mengembangkan instrumen penilaian (6) mengembangkan strategi pembelajaran (7) mengembangkan Strategi Instruksional (8) mengembangkan dan memilih material instruksional (9) melakukan Revisi Instruksional. Data hasil pengamatan anak pada uji coba skala kecil diperoleh rata-rata dengan persentase gerak dasar motorik anak yang terdiri dari gerakan lokomotor non-lokomotor dan manipulative sebesar 63 05%. Data hasil pengamatan uji coba skala besar diperoleh rata-rata dengan persentase gerakan lokomotor nonlokomotor dan manipulatif sebesar 70 97%. Pada uji coba kelompok kecil dan uji coba kelompok besar terjadi peningkatan hasil pengamatan anak dengan persentase 7 92%. Dan dari hasil wawancara tentang permainan outbond 96 9% anak sangat tertarik dan antusias melaksanakan kegiatan permainan. Berdasarkan data hasil penelitian disimpulkan bahwa efektifitas permainan outbound untuk mendorong peningkatan tumbuh kembang gerak motorik anak efektif dan sesuai dengan karakteristik anak yang sangat aktif bergerak dan sangat senang bermain sehingga dapat digunakan dalam lingkup akademik maupun umum untuk memacu pengoptimalan tumbuh kembang anak.