Skripsi
Pengaruh model learning cycle 5E terhadap prestasi belajar IPA siswa kelas VII SMPN 3 Singosari / Nining Tin Wayuni
Abstrak
ABSTRAK Tin Wayuni Nining. 2018. Pengaruh Model Learning Cycle 5E Terhadap Prestasi Belajar IPA Siswa Kelas VII SMP N 3 Singosari. Skripsi Program Studi Pendidikan IPA Universitas Negeri Malang Pembimbing (I) Dr. Muhardjito M.S. (II) Drs. I Wayan Sumberartha M.Sc. Kata Kunci Learning Cycle 5E Prestasi Belajar Pembelajaran IPA adalah interaksi antar komponen pembelajaran dalam bentuk proses belajar untuk mencapai tujuan yang berbentuk kompetensi yang telah ditetapkan dan proses pembelajaran IPA menekankan pada suatu penelitian melalui proses berpikir. Prestasi belajar adalah nilai IPA yang diperoleh siswa setelah siswa belajar berupa tes hasil belajar kognitif yang diberikan guru untuk mengungkapkan keberhasilan belajar siswa. Model pembelajaran yang mampu mengakomodasasi dalam peningkatan prestasi belajar adalah model Learning Cycle 5E (LC). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model learning cycle 5E terhadap prestasi belajar IPA siswa kelas VII SMP N 3 Singosari. Pengaruh tersebut ditinjauh dari ada atau tidak ada perbedaan hasil post-test kemampuan bernalar ilmiah siswa yang menerapkan model pembelajaran learning cycle 5e pada kelas eksperimen dan model pembelajaran konvensional pada kelas kontrol. Penelitian ini menggunakan analisis berupa uji normalitas uji homogenitas dan hasil post-test. Rancangan dalam penelitian ini adalah menggunakan penelitian semu dengan post-test-only design. Penelitian ini diawali dengan perencanaan berupa observasi pembuatan instrumen dan pengujian instrumen kemudian pelaksanaan kegiatan pembelajaran pada kelas eksperimen dan kelas kontrol di tempat penelitian. Lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran yang diisi oleh guru pendamping digunakan sebagai penilaian keterlaksanaan pelaksanaan penelitian pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prestasi belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran learning cycle 5e lebih tinggi dari prestasi belajar yamng menggunakan model discovery learning pada materi interaksi makhluk hidup dan dinamika populasi. Hasil tersebut diketahui pada nilai post-test kelas eksperimen yang menerapkan model pembelajaran learning cycle 5e memiliki perbedaan nilai rata-rata dengan kelas kontrol yang menerapkan model pembelajaran konvensional. Perbedaan rata-rata tersebut signifikan sesuai dengan hasil uji-t diperoleh t hitung (3 693) t tabel (2 045) pada nilai post-test. Uji-t lanjut mendapatkan hasil Qhitung (0 021) Qtabel (2 89) disimpulkan bahwa prestasi belajar kelas eksperimen lebih tinggi dari kelas kontrol sebesar 0 021.