Skripsi
Analisis sisa material konstruksi pekerjaan struktur atas pada Proyek Pembangunan Laboratorium Kebencanaan Jurusan Teknik Sipil Universitas Brawijaya / Mardiana Latifah
Abstrak
vi RINGKASAN Latifah Mardiana. 2018. Analisis Sisa Material Konstruksi Pekerjaan Struktur Atas pada Proyek Pembangunan Laboratorium Kebencanaan Jurusan Teknik Sipil Universitas Brawijaya. Skripsi Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. R.M. Sugandi S.T. M.T. (II) Drs. N. Bambang Revantoro S.T. M.T. Kata Kunci sisa material kuantitas pareto fta Nilai konstruksi di Indonesia 4 tahun terakhir mengalami peningkatan signifikan sebesar 10% yang berdampak pada meningkatnya sisa material sebagai hasil proses konstruksi. Pada penelitian ini peneliti mengambil studi kasus pada proyek pembangunan gedung Laboratorium Kebencanaan Universitas Brawijaya karena volume pekerjaan struktur gedung berpotensi menghasilkan sisa material serta luas area proyek yang kurang memadai mengakibatkan penumpukan material sehingga terjadi kerusakan material itu sendiri. Peneliti menganalisis jenis sisa material besi dan bekisting pada pekerjaan struktur atas meliputi kolom balok dan pelat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kuantitas sisa material yang dihasilkan jenis material dominan yang menyebabkan sisa material serta mengetahui faktor-faktor penyebab timbulnya sisa material pada pekerjaan struktur atas di proyek pembangunan. Penelitian menggunakan metode Pareto untuk menganalisis sisa material dominan dengan cara mengurangi persediaan material dengan kebutuhan material struktur atas yang dihitung berdasarkan shop drawing. Metode FTA digunakan untuk menganalisis faktor-faktor penyebab terjadinya sisa material dengan tujuan mengetahui penyebab dasar dari timbulnya sisa material. Hasil penelitian kuantitas sisa material bekisting antara lain kayu glugu 0 42 m3 multiplek film 12 mm sebanyak 4 lembar triplek 9 mm sebanyak 9 lembar paku 12 kg dan minyak bekisting 3 liter. Persentase kuantitas sisa material bekisting sebesar 0 55% terhadap total pembelian material bekisting. Sedangkan kuantitas sisa material besi yaitu besi ulir 585 72 kg dan besi polos 514 77 kg. Persentase kuantitas sisa material besi sebesar 1 27%. terhadap total pembelian material besi. Total biaya sisa material pekerjaan struktur atas senilai Rp 11.110.015 -. Persentase total biaya sisa material terhadap total biaya pekerjaan struktur atas di proyek pembangunan sebesar 0 46%. Tiga jenis material yang mendominasi terjadinya sisa material antara lain besi ulir 37 02% atau senilai Rp 4.217.187 - besi polos 31 18% atau senilai Rp 3.551.895 dan triplek 9 mm 13 05% atau senilai Rp 1.486.010 - dari total biaya sisa material. Faktor-faktor penyebab terjadinya sisa material diperoleh bahwa penyebab dasar terbentuknya sisa material yaitu pekerja kurang pengetahuan serta kurang koordinasi antar pelaksana proyek. Saran dari hasil penelitian diharapkan agar lebih teliti dalam merencanakan perhitungan kebutuhan material pekerjaan bekisting dan pekerjaan besi sesuai dengan kebutuhan di lapangan diperlukan koordinasi yang lebih baik antar pelaksana proyek konstruksi serta mengawasi pekerjaan secara berkala agar dapat meminimalisir terjadinya sisa material pekerjaan struktur atas pada proyek konstruksi.