Skripsi
Pengelolaan persiapan akreditasi sekolah (studi kasus di SDN Ketawanggede Malang) / Emilia Nur Chasanah Sholihin
Abstrak
v RINGKASAN Sholihin Emilia Nur Chasanah. 2018. Pengelolaan Persiapan Akreditasi Sekolah (Studi Kasus di SDN Ketawanggede Malang). Skripsi Jurusan Administrasi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. H. Ibrahim Bafadal M.Pd. (II) Dr. Asep Sunandar S.Pd M.AP. Kata Kunci Pengelolaan persiapan akreditasi sekolah Sekolah merupakan bentuk organisasi formal yang mendapatkan kepercayaan dari masyarakat untuk dapat menghasilkan peserta didik atau lulusan terbaik. Adanya kepercayaan yang diberikan masyarakat kepada sekolah tentu memberikan tuntutan tersendiri agar sekolah terus mengembangkan serta meningkatkan kualitas dalam segala aspek manajemen atau pengelolaan pendidikan yaitu pengelolaan peserta didik pendidik dan tenaga kependidikan kurikulum sarana dan prasarana keuangan serta hubungan sekolah dan masyarakat. Keinginan masyarakat agar sekolah bisa meningkatkan mutu pendidikan harus mendapatkan tanggapan secara bijaksana baik dari pemerintah sebagai pembuat kebijakan dan sekolah sebagai pelaksana kebijakan. Menyadari pentingnya proses peningkatan kualitas pendidikan maka pemerintah terus berupaya mewujudkan hal tersebut. Salah satu cara yang dilakukan yaitu melalui akreditasi sekolah. Akreditasi sekolah merupakan alat untuk mengevaluasi kinerja sekolah. Temuan lapangan menunjukkan masih terdapat banyak permasalahan dalam proses akreditasi sekolah diantaranya persiapan yang kurang baik. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan proses pembentukan tim akreditasi sekolah pelaksanaan pengisian instrumen akreditasi dan bukti fisik faktor penghambat dan faktor pendukung dalam akreditasi sekolah quality control proses pelaksanaan pengisian instrumen akreditasi dan bukti fisik tindak lanjut hasil akreditasi sekolah dan strategi keberhasilan dalam akreditasi sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan penelitian studi kasus. Kehadiran peneliti di lapangan sebagai instrumen kunci untuk melakukan pengumpulan data sehingga peneliti menciptakan hubungan baik dengan subjek penelitian di SDN Ketawanggede. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara mendalam observasi berpartisipasi dan dokumentasi. Data penelitian yang telah diperoleh kemudian dianalisis dengan cara mereduksi data sesuai dengan kode yang telah dibuat sebelumnya oleh peneliti dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dilakukan dengan uji kredibilitas ketergantungan (dependability) dan kepastian (confirmability). Temuan penelitiannya adalah (1) proses pembentukan tim akreditasi di SDN Ketawanggede dilakukan melalui beberapa tahap pertama kepala sekolah menunjuk guru untuk dijadikan sebagai ketua tim akreditasi sekolah. Penunjukan tersebut didasarkan pada kemampuan dan pengalaman. Kedua kepala sekolah membuat draft SK yang berisi struktur tim akreditasi dengan membuat susunan nama sesuai dengan struktur. Ketiga melakukan rapat menyampaikan struktur tim akreditasi untuk disepakati bersama. Keempat membuat SK tim berdasarkan hasil kesepakatan rapat. (2) pelaksanaan pengisian instrumen akreditasi dan bukti fisik di SDN Ketawanggede dilakukan melalui beberapa tahap pertama mengikuti vi sosialisasi akreditasi sekolah yang diadakan oleh pengawas dari Dinas Pendidikan Kota Malang. Kedua melakukan checklist pada instrumen akreditasi yang diberikan oleh pengawas. Ketiga melakukan persiapan data yang dijadikan sebagai bukti fisik. Keempat melaksanakan pemenuhan bukti fisik sesuai poin yang ada di instrumen akreditasi. (3) faktor penghambat dalam persiapan akreditasi di SDN Ketawanggede yaitu keterbatasan waktu karena bersamaan dengan tugas dan kegiatan yang lain adanya guru yang mutasi pensiun dan meninggal dunia bukti fisik berupa dokumen letaknya tidak beraturan dan bukti fisik berupa foto terkadang tidak ada kerena banyak kegiatan yang sudah dilakukan tetapi tidak didokumentasikan dan fasilitas yang kurang memadai yaitu berupa printer. Faktor pendukung dalam persiapan akreditasi di SDN Ketawanggede yaitu adanya bantuan dan motivasi yang diberikan oleh kepala sekolah kerja sama yang baik antar seluruh tim akreditasi sekolah bantuan dari stakeholders sekolah meliputi pengawas sekolah komite sekolah dan paguyuban sekolah atau orang tua siswa dan adanya dokumen yang dimiliki oleh sekolah meliputi data Evaluasi Diri Sekolah (EDS) dan dokumen yang digunakan saat lomba. (4) quality control dari proses pengisian instrumen akreditasi dan bukti fisik di SDN Ketawanggede dilakukan melalui beberapa cara pertama melalui Pengecekan bukti fisik yang dilakukan secara runtut mulai dari masing-masing koordinator standar ketua tim kepala sekolah dan pengawas. Pengecekan juga dilakukan dengan menggunakan lembar kontrol dengan tujuan untuk mempermudah melakukan pengecekan sehingga nantinya tidak ada poin standar yang terlewatkan. Kedua melalui rapat evaluasi persiapan akreditasi sekolah setiap hari jumat. Rapat dilakukan untuk mengetahui sejauh mana perkembangan dari masing-masing standar. (5) Tindak lanjut persiapan akreditasi di SDN Ketawanggede dilakukan melalui beberapa upaya pertama membiasakan kelengkapan semua perangkat sekolah dengan berorientasi pada mutu. Kedua membuat rancangan program sekolah yang baru. Ketiga melakukan penjaminan mutu melalui tim SPMI (Sistem Penjaminan Mutu Internal). (6) Strategi keberhasilan dalam akreditasi di SDN Ketawanggede ada dua. Strategi pertama dilakukan untuk memperoleh nilai A meliputi memiliki target tinggi dan adanya pembagian kelompok dalam SK tim. Kedua strategi supaya cepat selesai melakukan pengisian instrumen akreditasi meliputi melakukan kerja sama koordinasi komunikasi saling membantu dan melakukan pembagian tugas. Saran penelitian ditujuan kepada (1) Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang disarankan agar lebih memaksimalkan pemantauan atau monitoring ke sekolah pada saat melakukan persiapan akreditasi. (2) Kepala SDN Ketawanggede disarankan agar melakukan tindak lanjut pada saat persiapan akreditasi yang bersifat jangka pendek sehingga bisa menjadikan sebagai bahan pertimbangan untuk melakukan perbaikan pengembangan sekolah dan peningkatan mutu (3) Ketua Jurusan Administrasi Pendidikan disarankan agar memberikan pembahasan mengenai akreditasi sekolah dalam pembelajaran di kelas karena akreditasi menjadi salah satu hal penting bagi sekolah yang juga harus dilakukan manajemen secara tepat. (4) Peneliti lain yang memiliki tema peneitian serupa disarankan untuk mengembangkan temuan penelitian mengenai persiapan akreditasi sekolah di situs peneitian yang lain.