Skripsi
Konstruksi Sosial Peranan Pokdarwis dalam Mengembangkan Wisata Agropolitan (Studi di Desa Poncokusumo Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang) / Dina Rahma Ardhiana
Abstrak
vii RINGKASAN Ardhiana Dina Rahma. 2018. Konstruksi Sosial Peranan Pokdarwis dalam Mengembangkan Wisata Agropolitan (Studi di Desa Poncokusumo Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang). Skripsi Program Studi S1 Pendidikan IPS Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Sukamto M.Pd. M.Si (2) Agus Purnomo M.Pd. Kata Kunci Konstruksi Sosial Peranan Pokdarwis Wisata Agropolitan Pembangunan merupakan perubahan yang dilakukan secara terus menerus menuju keadaan yang lebih baik. Pembangunan tidak hanya dilakukan di wilayah kota melainkan sudah masuk ke wilayah desa. Salah satu bentuk pembangunan desa adalah dikembangkannya Desa Poncokusumo menjadi wisata agropolitan. Pembangunan wisata agropolitan didasari pada potensi pengunjung pada tahun 2017 berjumlah 4297 orang. Pengembangan wisata agropolitan membutuhkan peranan salah satu pilar utama pariwisata yaitu masyarakat. Pengembangan wisata dengan melibatkan masyarakat sebagai pelaku utama dikenal dengan Community Based Tourism (CBT). Peranan masyarakat dalam mengembangkan wisata agropolitan di Desa Poncokusumo diwujudkan dengan masuknya masyarakat menjadi anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah 1) Bagaimana konstruksi sosial peranan Pokdarwis dalam mengembangkan wisata agropolitan di Desa Poncokusumo Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang 2) Bagaimana konstruksi sosial Pokdarwis atas wisata agropolitan di Desa Poncokusumo Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Kehadiran peneliti adalah sebagai instrumen kunci. Sumber data diperoleh dari sumber data primer diperoleh dari observasi dan wawancara dan sumber data sekunder diperoleh dari studi literatur. Informan pendukung adalah Kepala Desa Poncokusumo dan informan kunci adalah masyarakat yang terlibat dalam mengembangkan wisata agropolitan. Teknik pengumpulan data adalah observasi wawancara dan dokumentasi. Analisis data menggunakan Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) konstruksi sosial peranan Pokdarwis dalam mengembangkan wisata agropolitan ditunjukan oleh momen eksternalisasi yang tercermin pada tahap perencanaan. Tahap pelaksanaan dan evaluasi menunjukkan momen objektivasi dan inisiatif sendiri yang dimiliki anggota Pokdarwis dalam mengembangan wisata agropolitan mencerminkan momen internalisasi. (2) konstruksi sosial Pokdarwis atas wisata agropolitan di Desa Poncokusumo ditunjukan oleh kesadaran masyarakat akan potensi Desa Poncokusumo mencerminkan momen eksternalisasi. Sosialiasi yang dilakukan oleh pemerintah desa dan masyarakat melalui peranannya terlibat dalam mengembangkan wisata agropolitan menunjukkan momen objektivasi. Masyarakat menjadi anggota Pokdarwis dan menghasilkan pandangan yang berbeda-beda dari anggota Pokdarwis mencerminkan internalisasi. Saran bagi peneliti selanjutnya untuk meneliti peranan pemerintah dalam menggembangkan wisata agropolitan dan bisa menggunakan perspektif penelitian yang berbeda.