Skripsi
Peningkatan Kemampuan Kerjasama Anak Melalui Permainan Labirin Bergoyang Pada Kelompok B TK Al Hidayah Tanggung Kota Blitar / Rurin Dwi Nur Abidah
Abstrak
Hidayah Tanggung Kota Blitar ditemukan masalah dalam kemampuan kerjasama yaitu anak tidak mau mencari teman anak masih suka mempertahankan duduk dengan teman sebangku dan anak masih asyik bermain sendiri. Hal tersebut disebabkan oleh penggunaan metode pembelajaran yang kurang tepat dan suasana belajar yang kurang menyenangkan. Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan penerapan permainan labirin bergoyang pada anak kelompok B TK Al Hidayah Tanggung Kota Blitar dan (2) mendeskripsikan peningkatan kemampuan kerjasama melalui permainan labirin bergoyang pada anak kelompok B TK Al Hidayah Tanggung Kota Blitar. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri dari perencanaan pelaksanaan pengamatan dan refleksi. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus. Siklus I dilaksanakan dalam 2 kali pertemuan siklus II dilaksanakan dalam satu pertemuan. Subyek penelitian adalah anak kelompok B yang berjumlah 18 anak. Teknik pengumpulan data meliputi observasi wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah teknik data kualitatif dan kuantitatif .Instrumen pengumpulan data yang digunakan yaitu lembar catatan lapangan lembar observasi aktivitas anak dan lembar observasi kemampuan kerjasama anak. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) penerapan permainan labirin bergoyang pada anak kelompok B dapat berjalan baik. (2) hasil observasi kemampuan kerjasama dari pra tindakan siklus I sampai siklus II juga menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan. Dari analisis data tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan permainan labirin bergoyang dapat meningkatkan kemampuan kerjasama anak kelompok B TK Al Hidayah Tanggung Kota Blitar. Disarankan kepada guru agar menerapkan permainan labirin bergoyang dalam pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan kerjasama anak dan bagi peneliti lain permainan labirin bergoyang ini dapat digunakan sebagai bahan penelitian untuk mengembangkan atau meningkatkan kemampuan anak lainnya seperti kognitif fisik motorik bahasa atau moral agama.