Skripsi
Penerapan model pembelajaran guided inquiry dalam meningkatkan keterampilan proses sains siswa kelas VIII G SMPN 1 Karangploso / Finkania Amila Solikhah
Abstrak
i ABSTRAK Solikhah Finkania Amila. 2018. Penerapan Model Pembelajaran Guided Inquiry dalam Meningkatkan Keterampilan Proses Sains Siswa Kelas VIII G SMPN 1 Karangploso. Skripsi Program Studi Pendidikan IPA FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Drs. Kadim Masjkur M.Pd (2) Sugiyanto S.Pd. M.Si. Kata Kunci Guided Inquiry Keterampilan Proses Sains. Hasil observasi awal dan wawancara pada guru IPA SMPN 1 Karangploso menunjukkan bahwa keterampilan proses sains kelas VIII G masih rendah. Refleksi awal disebabkan karena metode pembelajaran yang digunakan untuk mengajar kelas VIII G yaitu ceramah dan latihan soal. Proses pembelajaran masih berpusat pada guru sehingga aktivitas keterampilan proses sains belum berkembang secara optimal. Siswa di kelas VIII G cenderung pasif dalam proses pembelajaran. Siswa di kelas VIII G cenderung gaduh dan sering tidak memperhatikan guru. Upaya untuk memecahkan permasalahan tersebut yaitu diterapkan suatu model pembelajaran yaitu model pembelajaran Guided Inquiry. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini berlangsung dalam dua siklus. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan catatan lapangan lembar observasi dan penilaian pada lembar kerja. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII G SMPN 1 Karangploso tahun ajaran 2017/2018 dengan jumlah siswa 33 siswa. Kegiatan belajar siswa pada tahap memfokuskan pada satu pertanyaan dan melakukan percobaan kurang terlaksana dengan baik pada siklus I hal ini dikarenakan siswa belum terbiasa membuat pertanyaan dan belum terbiasa melakukan percobaan sendiri sehingga diperlukan perbaikan pada siklus II. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terjadi peningkatan untuk keterlaksanaan pembelajaran dari siklus I sebesar 69 6% dengan kategori baik menjadi 85 7% dengan kategori sangat baik pada siklus II. Keterampilan proses sains siswa mengalami peningkatan pada setiap aspeknya yaitu dari siklus I sebesar 61 6% dengan kategori baik menjadi 80 1% dengan kategori sangat baik pada siklus II dan peningkatan keterampilan proses sains sebesar 18 5%.