UPT Perpustakaan UM

  • Beranda
  • Informasi
  • Repository UM
  • SIPADU UM
  • OPAC SIPADU

Pencarian Spesifik

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Tesis

Miskonsepsi ikatan kimia pada siswa dengan kemampuan berpikir ilmiah dan self-efficacy berbeda, serta perbaikannya menggunakan strategi konflik kognitif / Septyadi David Eka Aryungga

Aryungga, Septyadi David Eka - Nama Orang;

Abstrak
i RINGKASAN Aryungga Septyadi David Eka. 2018. Miskonsepsi Ikatan Kimia pada Siswa dengan Kemampuan Berpikir Ilmiah dan Self-Efficacy Berbeda serta Perbaikannya Menggunakan Strategi Konflik Kognitif. Tesis Program Studi Pendidikan Kimia Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Prof. Effendy Ph.D. (2) Dr. Suharti S.Pd. M.Si. Kata Kunci miskonsepsi ikatan kimia kemampuan berpikir ilmiah efikasi diri strategi konflik kognitif Ikatan kimia adalah materi yang bersifat abstrak karena berkaitan dengan objek abstrak yaitu ion-ion dan molekul sehigga berpotensi sulit dipahami oleh siswa. Hal tersebut dapat menimbulkan kesalahpahaman yang berujung pada miskonsepsi apabila berlangsung secara konsisten. Berbagai miskonsepsi siswa pada materi ikatan kimia telah berhasil diidentifikasi. Miskonsepsi yang dialami siswa dapat dieliminasi dengan menggunakan strategi konflik kognitif. Namun miskonsepsi siswa tidak mudah dielimiasi begitu saja. Ada dua faktor yang memungkinkan berhubungan dengan kemudahan eliminasi miskonsepsi siswa yaitu kemampuan berpikir ilmiah (KBI) dan efikasi diri. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui tingkat perkembangan KBI siswa (2) mengetahui tingkat efikasi diri siswa (3) mengidentifikasi miskonsepsi siswa pada materi ikatan kimia (4) mengetahuhi efektivitas eliminasi miskonsepsi pada materi ikatan kimia dengan strategi konflik kognitif (5) mengetahui kemudahan eliminasi miskonsepsi pada siswa dengan KBI yang berbeda dan (6) mengetahui kemudahan eliminasi miskonsepsi pada siswa dengan tingkat efikasi diri yang berbeda. Rancangan penelitian ini adalah deskriptif. Subjek penelitian adalah kelas X Sains 1 dan X Sains 4 SMA Trensains Tebuireng Jombang tahun ajaran 2017/2018 yang berjumah 44 siswa. Data penelitian adalah tingkat KBI tingkat efikasi diri dan miskonsepsi siswa pada materi ikatan kimia. KBI siswa diukur dengan instrumen the Classroom Test of Scientific Reasoning (CTSR) edisi revisi tahun 2000 yang dikembangkan oleh Lawson dan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh Asnawi. Tes terjemahan tersebut memiliki koefisien reliabilitas dihitung dengan rumus KR-20 sebesar 0 76. Efikasi diri siswa diukur dengan instrumen Self-Efficacy for Learning and Performance (SELP) yang dikembangkan oleh Pintrich et al. dan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Tes terjemahan tersebut memiliki koefisien reliabilitas dihitung dengan rumus Cronbach Alpha sebesar 0 903. Identifikasi miskonsepsi menggunakan Three-Tier Diagnostic Test Ikatan Kimia (TDTIK). Tes tersebut memiliki koefisien reliabilitas dihitung dengan rumus Cronbach Alpha sebesar 0 304. Kemudahan eliminasi miskonsepsi diidentifikasi berdasarkan penurunan jumlah miskonsepsi yang terjadi. Data penelitian yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian adalah sebagai berikut. Pertama sebaran tingkat kemampuan berpikir ilmiah (KBI) siswa kelas X SMA adalah 50 0% siswa di tingkat concrete 45 5% siswa di tingkat Low Formal dan 4 5% siswa di tingkat Upper Formal . Kedua sebaran tingkat efikasi diri siswa kelas X SMA adalah 25 0% siswa di tingkat rendah 50 0% siswa di tingkat sedang dan 25 0% siswa ii di tingkat tinggi. Ketiga miskonsepsi siswa pada materi ikatan kimia yang teridentifikasi adalah (1) Jari-jari atom lebih kecil daripada jari-jari kationnya (2) Jari-jari atom lebih besar daripada jari-jari anionnya (3) Jari-jari atom sama dengan jari-jari anionnya (4) Pada senyawa ionik jari-jari kation lebih besar daripada jari-jari anion (5) Pada senyawa ionik jari-jari kation sama dengan jari-jari anion (6) Atom logam mentransfer elektron valensi pada atom nonlogam untuk membentuk suatu molekul (7) Atom logam memakai pasangan elektron bersama dengan atom nonlogam untuk membentuk suatu molekul (8) HCl dan H2SO4 merupakan contoh senyawa ionik (9) BeCl2 dan AlCl3 merupakan contoh senyawa ionik (10) Setiap kation mengikat satu anion dan sebaliknya (11) Ikatan pada HCl adalah ikatan ionik (12) Ikatan pada HCl adalah ikatan kovalen koordinasi jika dibuat dari H2 dan Cl2 dan (13) Molekul nonpolar hanya terbentuk jika atom-atom penyusunnya memiliki elektronegatifitas yang sama. Keempat eliminasi miskonsepsi pada materi ikatan kimia menggunakan strategi konflik kognitif berhasil menurunkan miskonsepsi siswa sebesar 69 6%. Kelima eliminasi miskonsepsi lebih mudah dilakukan pada siswa yang telah mencapai tingkat operasi formal dibandingkan siswa dengan tingkat konkret. Keenam eliminasi miskonsepsi lebih mudah dilakukan pada siswa yang memiliki tingkat efikasi diri sedang dan tinggi dibandingkan siswa yang memiliki tingkat efikasi diri rendah.


Informasi Detail
DDC
Rt 541.224076 ARY m
Prodi
Universitas Negeri Malang. Program Studi Pendidikan Kimia, 2018.
Deskripsi Fisik
ix, 111 lembar : il., tab. ; 30 cm
Bahasa
Indonesia
No Reg
02566/KI/18
Edisi
Tesis (Pasca Sarjana)--Universitas Negeri Malang, 2018
Subjek
1. IKATAN KIMIA - PRESTASI BELAJAR
2. IKATAN KIMIA - MODEL PEMBELAJARAN
3. CHEMICAL BONDS - STUDY AND TEACHING

Pembimbing
1. Effendy ; 2. Suharti
Lampiran Berkas
You must be logged in to get fulltext


UPT Perpustakaan UM
  • Berita

Tentang Kami

TIM IT Perpustakaan 2023

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik