Skripsi
Faktor penghambat relevansi penempatan PKL ditinjau dari pihak sekolah dan DU/DI beserta cara mengatasinya di SMK Kabupaten Jombang / Rizka Rahmi Saputri
Abstrak
ii ABSTRAK Saputri Rizka Rahmi. 2018. Faktor Penghambat Relevansi Penempatan PKL Ditinjau dari Pihak Sekolah dan DU/DI Beserta Cara Mengatasinya di SMK Kabupaten Jombang. Skripsi Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Setiadi Cahyono Putro M.Pd. M.T. (II) Yuni Rahmawati S.T. M.T. Kata Kunci relevansi penempatan PKL faktor penghambat cara mengatasi SMK DU/DI. Kemampuan dan keterampilan kerja peserta didik hanya berhasil diajarkan melalui praktik kerja di DU/DI sesuai dengan kompetensi keahlian. Kesesuaian antara kompetensi keahlian dengan kebutuhan DU/DI sangat diperlukan untuk mendukung penyelenggaraan PKL. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat relevansi penempatan PKL di SMK Kabupaten Jombang mengidentifikasi faktor penghambat relevansi penempatan PKL ditinjau dari pihak sekolah dan DU/DI di SMK Kabupaten Jombang dan mengetahui cara mengatasi faktor penghambat relevansi penempatan PKL ditinjau dari pihak sekolah dan DU/DI di SMK Kabupaten Jombang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif jenis deskripstif. Populasi dalam penelitian ini adalah 4 Pokja PKL 409 peserta didik kompetensi keahlian Teknik Komputer dan Jaringan 160 peserta didik kompetensi keahlian Multimedia dan 73 DU/DI mitra. Sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah 4 Pokja PKL 202 peserta didik kompetensi keahlian Teknik Komputer dan Jaringan 114 peserta didik kompetensi keahlian Multimedia dan 42 DU/DI mitra. Teknik pengumpulan data dalam penenelitian ini menggunakan wawancara dengan reliabilitas 0 935 dan 0 899 serta angket dengan reliabilitas 0 880 dan 0 760. Hasil penelitian memaparkan bahwa tingkat relevansi penempatan PKL Kompetensi Keahlian Teknik Komputer dan Jaringan serta Multimedia dalam kategori rendah. Faktor penghambat relevansi penempatan PKL ditinjau dari pihak sekolah yaitu (a) tahap perencanaan sebesar 22 78% (b) tahap pelaksanaan sebesar 42 76% dan (c) tahap evaluasi sebesar 23 82%. Faktor penghambat relevansi penempatan PKL ditinjau dari DU/DI yaitu (a) tahap perencanaan sebesar 30 24% (b) tahap pelaksanaan sebesar 35 86% dan (c) tahap evaluasi sebesar 50 60%. Kesimpulan dalam penelitian berhasil mengungkap faktor penghambat relevansi penempatan PKL di SMK Kabupaten Jombang antara lain (a) ditinjau dari pihak sekolah adalah kerjasama antara pihak sekolah dengan DU/DI dan kompetensi yang diterima peserta PKL dan (b) ditinjau dari DU/DI adalah pelaksanaan PKL refleksi dan tindak lanjut. Cara mengatasi faktor penghambat relevansi penempatan PKL di SMK Kabupaten Jombang yaitu (a) melibatkan pihak DU/DI dalam penentuan kurikulum agar teori praktik di sekolah sesuai dengan praktik di DU/DI (b) meningkatkan kerjasama dengan DU/DI dan (c) meningkatkan intensitas pembimbingan peserta PKL oleh guru pembimbing.