Skripsi
Studi Kasus Gangguan Clumsiness Anak Kelompok A di TK Children Centre Brawijaya Smart School Universitas Brawijaya Kota Malang / Wilda Isna Kartika
Abstrak
ABSTRAK Kartika Wilda Isna. 2018. Studi Kasus Gangguan Clumsiness Anak Kelompok A di TK Children Centre Brawijaya Smart School Universitas Brawijaya Kota Malang. Skripsi Prodi S1 Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Tomas Iriyanto S.Pd. M.Pd (II) Retno Tri Wulandari S.Pd. M.Pd. Kata Kunci Gangguan Clumsiness Anak Motorik Perkembangan motorik merupakan proses tumbuh kembang gerak seorang anak. Salah satu jenis gangguan motorik yaitu gangguan clumsiness. Berdasarkan hasil studi pendahuluan pada seorang anak TK A di Children Centre Brawijaya Smart School UB ditemukan anak yang masih tampak kaku dalam melaksanakan aktivitas motorik halus seperti menulis menggambar dan kegiatan menolong diri contohnya memakai baju dan celana mengancingkan baju dan celana. Fokus penelitian ini yaitu mendeskripsikan (1) karakteristik gangguan clumsiness (2) faktor-faktor penyebab gangguan clumsiness (3) cara penanganan yang dilakukan guru untuk mengatasi gangguan clumsiness (4) hambatan yang dialami guru dalam mengatasi gangguan clumsiness anak kelompok A di TK Children Centre Brawijaya Smart School Universitas Brawijaya Kota Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis rancangan studi kasus. Sumber data utama yaitu kata-kata atau tindakan anak yang diamati. Teknik pengumpulan data yaitu observasi wawancara dan dokumentasi. Analisis data dengan menggunakan model analisis menurut Miles dan Huberman yaitu mulai dari pengumpulan data reduksi data penyajian data dan penarikan kesimpulan. Peneliti bertindak sebagai instrumen utama dalam penelitian dan hadir secara langsung di lapangan. Hasil penelitian diperoleh bahwa anak clumsiness masih terlihat kaku saat melakukan kegiatan motorik halus seperti menulis menggambar dan keterampilan hidup. Faktor penyebab yang dialami anak yaitu orang tua yang memberikan kasih sayang lebih dan terlalu mengkhawatirkan anak. Cara penanganan yang dilakukan guru yaitu selalu memberikan motivasi kepada anak dan memberi kesempatan anak untuk mencoba. Hambatan yang dialami guru dalam mengatasi gangguan clumsiness yaitu berbedanya sikap anak terhadap guru kelas dan guru lain. Anak sering berkata tidak bisa atau tidak mau dan terkadang menangis. Selain itu perbedaan cara penanganan pada anak. Simpulannya telah diketahui karakteristik yang dialami anak faktor penyebab cara penanganan yang dilakukan guru dan hambatan bagi guru. Saran bagi orang tua yaitu memberi kepercayaan kepada anak untuk melakukan kegiatan tanpa bantuan orang lain. Bagi guru yaitu agar seluruh guru menyamakan cara penanganan clumsiness pada anak. Bagi lembaga sekolah mengadakan kerja sama dengan yang lebih ahli.