Skripsi
Mengulas modal kerja LPD dalam memberikan kredit di Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Desa Banyubiru-Negara Bali / Efrizal Rahman
Abstrak
RINGKASAN Rahman Efrizal. 2018. Mengulas Modal Kerja LPD Dalam Memberikan Kredit Di Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Desa Banyubiru-Negara Bali. Skripsi. Jurusan Manajemen. Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing. H. Subagyo S.E. S.H. M.M Kata Kunci Lembaga Perkreditan Desa (LPD) modal kerja pemberian kredit. Modal kerja merupakan modal yang digunakan untuk melakukan kegiatan operasi perusahaan sebagai investasi yang ditanamkan dalam aktiva lancar atau aktiva jangka pendek. Modal kerja yang dimiliki setiap perusahaan harus dikelola dengan sebaik mungkin akan modal kerja tersebut dapat membiaya semua kebutuhan operasional perusahaan tidak terkecuali pada lembaga keuangan miliki desa. Lembaga keuangan miliki desa sumber modal berasal dari masyarakat desa. Lembaga keuangan milik desa ini terbilang cukup unik karena ruang lingkup kegiatan usaha dan pelayanannya hanya untuk masyarakat desa. Banyak dari lembaga keuangan desa bahkan tidak tahu dan kurang memahami jika ditanya konsep teoritis mengenai modal kerja apalagi untuk melakukan pengelolaannya. Ketidaktahuan itulah yang menciptakan pemahaman pengelolaan modal kerja yang baru dan berbeda dari teori yang ada. Namun banyak lembaga keuangan desa yang mampu untuk berkembang menjadi usaha yang besar dan patut untuk diperhitungkan. Lembaga Perkreditan Desa (LPD) merupakan lembaga keuangan miliki desa yang berasal dari Bali. Lembaga Perkreditan Desa ini kegiatan usaha nya hamper sama dengan lembaga keuangan Bank yang kegiatan usahanya paling utama adala kegiatan simpan pinjam tetapi LPDs hanya melayani krama desa. Modal awal pendirian LPD sendiri berasal dari bantuan pemerintah dan juga dari penghimpunan dana dari masyarakat berupa tabungan. Modal yang terkumpul tersebut disalurkan kembali kepada krama desa berupa pemberian kredit dari kredit tersebut LPD memperoleh keuntungan berupa bunga kredit. Keuntungan yang diperoleh LPD akan dialokasikan kembali kepada krama desa karena keberadaan LPD ini bertujuan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat pedesaan dan yang terpenting adalah untuk mensejahterakan masyarakat desa. Dengan ruang lingkup yang kecil LPD dapat bersaing dengan lembaga keuangan lain. Dalam skripsi ini penulis ingin mengetahui (1) bagaimana sistem modal kerja LPD Desa Banyubiru (2) bagaimana pengaruh modal kerja dalam pemberian piutang di LPD Desa banyubiru. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasusdengan analisis data model interaktif. Pengumpulan data dilakukan dengan beberapa metode yaitu observasi wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) modal kerja menurut LPD Desa Banyubiru adalah aktiva atau harta yang dimiliki nya terdiri dari kas tabungan di Bank BPD pinjaman atau kredit cadangan pinjaman ragu-ragu sedangkan untuk pasiva atau kewaijiban terdiri dari bunga tabungan biaya operasional. Kemudian harta tersebut dikurangi kewajiban akan didapat modal kerja yang digunakan untuk kegiatan usaha. (2) Ketersedian modal kerja yang dimiliki LPD Desa Banyubiru juga dapat mempnegaruhi pemberian kredit kepada krama desa. Hal ini disebabkan apabila modal kerja yang dimiliki LPD terbatas maka dapat mempengaruhi besarnya pemberian kredit kepada krama desa.