Skripsi
Penggunaan media animasi untuk meningkatkan kemampuan bercerita anak Kelompok B TK Selaras Cita Kota Malang / Bella Purnamasari
Abstrak
ABSTRAK Purnamasari Bella. 2018. Penggunaan Media Animasi untuk Meningkatkan Kemampuan Bercerita Anak Kelompok B TK Selaras Cita Kota Malang. Skripsi Prodi S1 Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Drs. I Wayan Sutama M.Pd (II) Sandy Tegariyani Putri Santoso S.Pd. M.Pd. Kata Kunci Media Animasi Kemampuan Bercerita Kualitas Pembelajaran Aspek perkembangan yang perlu dikembangkan pada anak usia dini salah satunya adalah perkembangan bahasa. Perkembangan kemampuan berbahasa anak usia dini meliputi perkembangan aspek mendengar berbicara menulis dan membaca. Berdasarkan observasi pada kelompok B3 TK Selaras Cita Kota Malang ditemukan fakta bahwa perkembangan bahasa anak belum optimal khususnya perkembangan bahasa ekspresif melalui kegiatan bercerita anak. Tujuan penelitianini adalahmendiskripsikan tentang peningkatan kualitas pembelajaran terhadap kemampuan bercerita anak melalui media animasi pada kelompok B di TK Selaras Cita Kota Malang dan penggunaan media animasi dapat meningkatkan kemampuan bercerita anak pada kelompok B di TK Selaras Cita Kota Malang. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian ini adalah anak usia 5-6 tahun di TK Selaras Cita Kota Malang. Penelitian ini meliputi tahap perencanaan pelaksanaan pengamatan dan refleksi. Teknik pengumpulan data melalui observasi wawancara dokumentasi dengan bantuan alat pedoman observasi pedoman wawancara dokumentasi berupa foto dan catatan lapangan. Data diolah dengan kualitatif dan kuantitatif Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa media animasi dapat meningkatkan kemampuan bercerita anak. Terlihat dari antusias anak ketika melihat media animasi yang meningkat.Pembelajaran di kelas menjadi menyenangkan aktif efektif dan kondusif. Tingkat keberanian anak ketika tampil di depan kelas yang semakin meningkat. Penggunaan 3-5 kalimat dan penggunaan 3-5 kata untuk menyusun kalimat ketika bercerita juga semakin meningkat. Ketercapaian kelas pada siklus II pertemuan 2 jugameningkat menjadi 86 2% yang sebelumnya hanya 24 1%. Berdasarkan temuan penelitian disarankan agar guru sebaiknya melaksanakan kegiatan bercerita melalui media animasi secara berulang-ulang. Bagi sekolah dapat memberikan inovasi kepada guru dalam meningkatkan mutu pembelajaran khususnya kemampuan bercerita anak dengan optimal. Sedangkan pada peneliti selanjutnya diharapkan dapat meningkatkan kemampuan bercerita anak melalui media animasi yang berbasis 3D.