Skripsi
Kemampuan menemukan kalimat utama dan kalimat penjelas teks siswa kelas IV SDN Bedali 01 Kabupaten Malang / Yuni Catur Wulandari
Abstrak
i ABSTRAK Wulandari Yuni Catur. 2017. Kemampuan Menemukan Kalimat Utama dan Kalimat Penjelas Teks Siswa kelas IV SDN Bedali 01 Kabupaten Malang. Skripsi Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing Dr. Gatut Susanto M.m. M. Pd. Kata kunci kalimat utama kalimat penjelas gagasan pokok gagasan pendukung Cerpen merupakan salah satu bentuk teks tulis. Cerpen tidak sekedar menjadi bahan bacaan di kalangan masyarakat melainkan juga menjadi bahan pengajaran di lembaga sekolah. Sebuah cerpen memiliki unsur-unsur yang membentuknya. Terdapat unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik dalam sebuah cerpen. Cerita pendek ditulis dalam bentuk-bentuk paragraf. Setiap paragraf berisi gagasan pokok dan juga gagasan pendukung. Peletakkan gagasan pokok di setiap paragraf melahirkan jenis-jenis paragraf. Gagasan pokok merupakan ide pokok atau pikiran utama yang menjadi ide dasar terbentuknya suatu paragraf. Gagasan pendukung adalah ide yang mendukung gagasan pokok berupa kalimat-kalimat penjelas yang bersifat lebih khusus. Kemampuan menemukan gagasan pokok dan gagasan pendukung merupakan ketrampilan dalam menemukan ide yang mendasari beserta ide-ide pendukung yang membentuk suatu paragraf. Ketrampilan ini dapat ditempuh dengan mengikuti tahapan-tahapan dalam menemukan gagasan pokok dan gagasan pendukung. Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan kemampuan siswa kelas IV dalam menemukan kalimat utama dan kalimat penjelas. Hal ini dilakukan karena perkembangan kurikulum menuntut siswa untuk mencapai salah satu kompetensi yaitu mencermati gagasan pokok dan gagasan pendukung yang diperoleh dari teks lisan tulis dan visual. Diharapkan penelitian ini dapat menjadi dasar penelitian-penelitian selanjutnya khususnya pada pengajaran gagasan pokok dan gagasan pendukung. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini disajikan dalam bentuk skor yang merupakan hasil kemampuan siswa menemukan kalimat utama dan kalimat penjelas. Penelitian ini menggunakan populasi dan sampel siswa kelas IV SDN Bedali 01 Kabupaten Malang sebanyak 39 siswa. Pelaksanaan penelitian dilakukan pada 11 November 2017 selama 90 menit atau 2 jam pelajaran. Pada penelitian ini digunakan tes tulis untuk memperoleh hasil yang diinginkan. Tes yang diberikan berbentuk teks yang diklasifikasikan berdasar jenis paragraf. Hasil penelitian ini diperoleh dari teks cerita pendek yang memiliki paragraf berbeda. Pada tes pertama diberikan teks paragraf deduktif. Pada tes kedua diberikan teks paragraf induktif. Pada tes ketiga diberikan teks paragraf campuran. Skor 4 merupakan skor tertinggi dengan begitu siswa dapat masuk dalam kategori sangat mampu. Skor 3 termasuk dalam kategori mampu. Skor 2 termasuk dalam kategori cukup mampu. Skor 1 termasuk dalam kategori kurang mampu. ii Kemampuan menemukan kalimat utama pada paragraf deduktif memperoleh hasil sebanyak 16 siswa atau 41 03% siswa termasuk dalam kategori sangat mampu sebanyak 2 siswa atau 5 13% siswa termasuk dalam kategori mampu sebanyak 7 siswa atau 17 95% siswa termasuk dalam kategori cukup mampu dan sebanyak 14 siswa atau 35 89% siswa termasuk dalam kategori kurang mampu. Kemampuan menemukan kalimat utama pada paragraf induktif memperoleh hasil sebanyak 39 siswa atau 100% siswa tergolong dalam kategori kurang mampu. Kemampuan menemukan kalimat utama pada paragraf campuran memperoleh hasil sebanyak 17 siswa atau 43 59% siswa termasuk dalam kategori cukup mampu dan sebanyak 22 siswa atau 56 41% siswa termasuk dalam kategori kurang mampu. Kemampuan menemukan kalimat penjelas pada paragraf deduktif memperoleh hasil sebanyak 14 siswa atau 35 90% siswa termasuk dalam kategori mampu sebanyak 15 siswa atau 38 46% siswa termasuk dalam kategori cukup mampu dan sebanyak 10 siswa atau 25 64% siswa termasuk dalam kategori kurang mampu. Kemampuan menemukan kalimat penjelas pada paragraf induktif memperoleh hasil sebanyak 22 siswa atau 56 41% siswa tergolong dalam kategori cukup mampu dan sebanyak 17 siswa atau 43 59% siswa termasuk dalam kategori kurang mampu. Kemampuan menemukan kalimat penjelas pada paragraf campuran memperoleh hasil sebanyak 29 siswa atau 74 36% siswa termasuk dalam kategori cukup mampu dan sebanyak 10 siswa atau 25 64% siswa termasuk dalam kategori kurang mampu. Berdasarkan hasil yang diperoleh disarankan untuk memberikan latihan dalam menemukan gagasan pokok dan gagasan pendukung. Selain itu dibutuhkan pula pengetahuan mengenai paragraf sehingga mempermudah siswa dalam menemukan gagasan pokok.