Skripsi
Analisis pengaruh jumlah penduduk, jumlah transaksi, dan inflasi terhadap penerimaan Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) di Kota malang tahun 2014-2017 / Yunita Susilawati
Abstrak
ABSTRAK Susilawati Yunita. 2018. Analisis Pengaruh Jumlah Penduduk Jumlah Transaksi Dan Inflasi Terhadap Penerimaan Bea Perolehan Hak Atas Tanah Dan Bangunan (BPHTB) Di Kota Malang. Skripsi. Jurusan Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing Dr. Imam Mukhlis S.E. M.Si. Kata Kunci Otonomi Daerah Bea Perolehan Hak Atas Tanah Dan Bangunan (BPHTB) Vector Error Correction Model (VECM) Pelaksanaan otonomi daerah membuat beberapa pajak pusat dialihkan ke daerah untuk dikelola. Salah satu pajak pusat yang dialihkan ke daerah adalah Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB). Karena Malang merupakan kota pelajar dan merupakan kota terbesar kedua di Jawa Timur setelah Surabaya maka kebutuhan hunian terus berkembang. Hal ini sangat berpengaruh terhadap peningkatan transaksi jual beli tanah dan bangunan. Hal tersebut juga merupakan salah satu pendorong inflasi di Kota Malang. Namun di sisi lain akan berpengaruh juga terhadap meningkatnya penerimaan pajak BPHTB sebagai penyumbang pajak daerah terbesar di Kota Malang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jumlah penduduk jumlah transaksi dan inflasi di Kota Malang terhadap penerimaan Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB). Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa runtun waktu (time series) jumlah penduduk jumlah transaksi dan inflasi perbulan dari tahun 2014 sampai pertengahan 2017. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan metode dokumentasi selanjutnya dilakukan analisis menggunakan metode Vector Error Correction Model (VECM). Hasil dari analisis Vector Error Correction Model (VECM) semua variabel baik variabel jumlah penduduk jumlah transaksi dan inflasi memiliki pengaruh dalam jangka panjang terhadap penerimaan Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) di Kota Malang. Sedangkan dalam jangka pendek penerimaan BPHTB tidak dipengaruhi oleh ketiga variabel tersebut.