Tesis
The relationship between motivation and English learning achievement of vocational school students in Banjarbaru / Rahayu Suciati
Abstrak
ABSTRAK Suciati Rahayu. 2018. The Relationship between Motivation and English Learning Achievement of Vocational School Students in Banjarbaru. Tesis Program StudiPendidikanBahasaInggris ProgramPascasarjana UniversitasNegeri Malang Pembimbing (1) Prof. Muhammad Adnan Latief M.A. Ph.D. (2) Francisca Maria Ivone M.A. Ph.D. Kata kunci motivasi pencapaiandalambelajarbahasaInggris konsepsi-konsepsidarimotivasi sekolahmenengahkejuruan. SejumlahstudimelaporkanbahwamotivasidanpencapaiandalambelajarbahasaInggrissecarapositifberkorelasisatusama lain. Ituartinyabahwasemakintinggitingkatmotivasi yang dimilikisiswa semakintinggipencapaiandalambelajarbahasaInggris yang merekacapai. Akan tetapi ada pula beberapastudi yang melaporkanhasil yang kontrasdimanamotivasidanpencapaiandalambelajarbahasaInggrisberkorelasisecaranegatif. Mengingatfaktaakanketerbatasanstudi yang berfokuspadamotivasidanpencapaiandalambelajarbahasaInggrisdalamruanglingkupsekolahmenengahkejuruan terutama di Indonesia studiinibertujuanuntukmenginvestigasihubunganantaramotivasidanpencapaiandalambelajarbahasaInggrisdarisiswasekolahmenengahkejuruan. Studiinidiharapkandapatmemperkayaliteraturdanstudiilmiahmengenaimotivasidalamruanglingkupsekolahmenengahkejuruan di Indonesia. Penelitimenggunakandesainpenelitiankorelasi. Sampelsebanyak 487 siswaterpilihmelaluiteknik sampling kelompokdaripopulasiberjumlah 1031 siswakelassepuluhdariempatsekolahmenengahkejuruannegeri di Banjarbaru SMK Negeri 1 Banjarbaru SMK Negeri 2 Banjarbaru SMK Negeri 3 Banjarbaru and SMK Negeri 4 Banjarbaru. Data dikumpulkandenganmenggunakanduainstrumen. Instrumenpertama KuesionerMotivasi yang diadaptasidarithe Attitude Test and Motivation Battery digunakanuntukmengukurmotivasisiswa. SebanyaklimakonsepsitermasukdalamKuesionerMotivasi Integrativitas Sikap yang ditunjukkanterhadapSituasiBelajarBahasaInggris Intrumentalitas Motivasi danDukunganOrangtua. Sebelumdigunakan secaraberurutan KuesionerMotivasidivalidasiolehseorangpakar dialihbahasakankedalambahasa Indonesia dandiujicobakepada 29 siswakelassepuluh di SMK Negeri 3 Banjarbaru.Metodesplit halvesdigunakanuntukmengukurtingkatreliabilitasdarinilai yang dihasilkanKuesionerMotivasi. Diketahuibahwakorelasikoefisienantaraduabagiantersebutadalah 0.930 yang menunjukkantingkatreliabillitas yang tinggi. Terdapat 32 items dengan 6-pilihan skalaLikert yang tercantumdalamKuesionerMotivasi. Berikutnya insrumenkeduadalammenentukanpencapaiansiswadalambelajarbahasaInggrisadalahnilai yang diperolehsiswa di UjianAkhirSekolahdalammatapelajaranbahasaInggris di semester pertamatahunajaran 2017/2018. Semuasoal UAS matapelajaranbahasaInggris di keempatsekolahkejuruantersebutberbentukpilihangandasebanyak 50 pertanyaandenganberdasarpadaindikator-indikatorintidanindikator-indikatordasar yang tercantumdalamKurikulum 2013 (direvisi di tahun 2016) yang disusunolehKementrianPendidikandanKebudayaan.Program SPSS untukWindowsdigunakanuntukmenghitungkoefisienkorelasiantaravariabelprediksi yang diwakiliolehmotivasidaripartisipandanvariabelhasil yang diwakiliolehnilaipartisipandalam UAS matapelajaranbahasaInggris. Sebelummenghitungkoefisienkorelasi diketahuibahwa data darinilai UAS mataPelajaranbahasaInggristidakterdistribusisecara normal yang berartibahwakorelasiPearsontidakbisadiaplikasikan. Karenaitu koefisienkorelasiSpearmanlebihcocokdigunakanuntukmenghitungkoefisienkorelasiantaraduavariabeltersebut. Hasilpenelitianmenunjukkanbahwanilai 961 dariduavariabeltersebutadalah 0.178 yang mengindikasikanadanyahubunganpositifyang lemahantaranilaimotivasidengannilai UAS matapelajaranbahasaInggris. Meskipunhubunganantaraduavariabeltersebutlemah hubungankorelasi yang signifikanantaramotivasidanpencapaiandalambelajarbahasaInggris yang dimaksudkandalampenelitianinitidakbisadiabaikan. Hal itumengindikasikanbahwasemakintinggitingkatmotivasi yang dimilikisiswa semakintinggipencapaianmerekadalambelajarbahasaInggris.Lebihjauh diketahuipula koefisiendeterminasiantaraduavariabeltersebutadalah 3% yang berartibahwa pencapaian siswadalam belajar bahasa Inggris dapat diprediksi dengan mengetahui motivasi siswa di tingkatakurasisebesar3%. Berdasarkanhasilpenelitian disarankanbahwasiswa EFL dapatlebihsadarakanpentingnyamotivasidalambelajarbahasaInggrisbaik di dalammaupun di luarkelasuntukmemperolehpencapaian yang lebihbaikdalambelajarbahasaInggris. Disarankanjugabagi para guru EFL untukmemperbaharuidanmeningkatkanpraktikdalammengajarbahasaInggris agar lebihefektifdalammeningkatkandanmempertahankanmotivasisiswa. Terakhir penelitiselanjutnyadisarankanuntukmelibatkanberbagaikelassiswasebagaisampeldalampenelitiandanmenggunakantes yang melibatkankeempatketerampilanberbahasaInggrisdalammengukurpencapaiansiswadalambelajarbahasaInggris. Direkomendasikan pula untukmenerapkanberbagailatarbelakangteoridalammotivasiuntukmengeksplorasimotivasisiswa.