Skripsi
Hubungan antara dukungan sosial dengan tingkat stres pada lansia penderita diabetes melitus tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Janti Kota Malang / Yualita Putri Pamungkas
Abstrak
iii RINGKASAN Pamungkas Yualita 2018. Hubungan Dukungan Sosial dengan Tingkat Stres pada Lansia Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 di Wilayah Kerja Puskesmas Janti Kota Malang. Skripsi Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. dr. Moch. Yunus M.Kes (II) drg. Rara Warih Gayatri M.PH. Kata kunci dukungan sosial stres kortisol lansia diabetes melitus tipe 2. Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit gangguan metabolik yang ditandai dengan peningkatan kadar gula darah akibat terganggunya fungsi insulin. Kasus DM cenderung meningkat 1-4 kali pada usia 65 tahun ke atas atau pada usia lansia. Lansia cenderung mengalami stres karena lansia harus menyesuaikan dengan perubahan kondisi fisik mental maupun sosial. Dengan adanya dukungan sosial maka seseorang akan terhindar dari stres. Dukungan sosial dapat membantu penderita DM tipe 2 dalam mengatasi penyakitnya untuk meningkatkan kepatuhannya terhadap pengobatan. Stres dapat mengganggu keseimbangan fisiologis tubuh dan dapat memperburuk kondisi kesehatan. Stres dapat direspon tubuh dengan mengeluarkan hormon dalam darah yakni hormon kortisol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial dengan tingkat stres pada penderita DM tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Janti Kota Malang hal ini dikarenakan Puskesmas Janti memiliki angka kejadian DM tipe 2 tertinggi diantara puskesmas di Kota Malang. Metode penelitian yang digunakan adalah korelasional dengan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional study. Populasi pada penelitian ini adalah penderita DM tipe 2 usia 60-69 tahun di wilayah Puskesmas Janti Kota Malang. Sedangkan sampel pada penelitian ini adalah 35 orang penderita DM tipe 2 usia 60-69 tahun di wilayah Puskesmas Janti Kota Malang yang belum mengalami komplikasi tidak mengalami gangguan bicara dan pendengaran tidak sedang dalam pemulihan pasca operasi dan bersedia menjadi responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik non-probability sampling dengan pendekatan quota sampling. Sedangkan teknik analisa data menggunakan uji korelasi Spearman dengan taraf signifikansi 0 05 atau (p 0 05). Berdasarkan hasil analisis data diketahui terdapat korelasi yang signifikan antara dukungan sosial dengan tingkat stres yang diukur melalui kadar hormon kortisol (sig. 0.000 atau p