Tesis
Perbandingan pendidikan di FPTK IKIP M ALANG dan VEDC Arjosari Malang, ditinjau dari segi kurikulum intensif pengajaran dan intensitas praktek / oleh Made Wena
Abstrak
ABSTRAK PERBANDINGAN PENDIDIKAN DI FPTK IKIP MALANG DAN VEDC ARJOSARI MALANG DITINJAU DARI SEGI KURIKULUM INTENSITAS PENGAJARAN DAN INTENSITAS PRAKTEK Pembangunan industri yang sedang dilaksanakan oleh negara kita sangat membutuhkan tenaga kerja yang profesional. Di pihak lain dalam masalah ketenagaker-jaan kita masih mengalami masalah tentang rendahnya mutu tenaga kerja baik ditinjau dari segi keahlian maupun pendidikannya. Dengan demikian untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja yang berkualitas maka proses penyiapan tenaga kerja melalui lembaga pendidikan perlu dilakukan secara terencana dan sistematis. Salah satu bentuk lembaga pendidikan yang sangat berperan dalam masalah penyiapan tenaga kerja adalah lembaga pendidikan kejuruan khususnya kejuruan teknologi. Ini berarti pendidikan kejuruan diharapkan dapat memberikan susunan yang strategis didalam menyiapkan tenaga kerja yang benar-benar tangguh dalam arti memiliki ketrampilan dan sikap profesional yang mantap.Untuk mencapai maksud tersebut lembaga pendidikan kejuruan harus memiliki program atau kurikulum sumber belajar dan pengelolaan yang baik. Dari sekian komponen yang ada dalam lembaga tersebut faktor guru merupakan faktor yang sangat penting. Guru-guru pada lembaga pendidikan prajabatan tersebut harus memiliki derajat keprofesionalan yang tinggi baik dalam bidang kejuruan maupun keguruan. Pada saat ini masalah pendidikan guru kejuruan menghadapi masalah kualitas maupun kuantitas. Dengan keadaan yang demikian maka akan sangat sulit bagi lembaga pendidikan kejuruan untuk menghasilkan lulusan yang bermutu. Pengadaan guru untuk sekolah kejuruan saat ini ditangani oleh dua lembaga yaitu pada Fakultas Pendidikan Teknologi dan Kejuruan (FPTK) IKIP dan Vocational Education Development Centre (VEDC) di bawah naungan Dikmenjur Depdikbud. Kalau diamati secara seksama kedua lembaga yang sama-sama mempunyai tugas dan fungsi untuk menyelenggarakan pendidikan dan pengajaan guna menghasilkan tenaga guru kejuruan ternyata menempibh strategi yang berbeda dalam pelaksanaannya. Berdasarkan latar belakang masalah tersebut masalah pokok dalam penelitian ini adalah bagaimanakah pelaksanaan kurikulum intensitas pengajaran dan intentitas praktek pada kedua lembaga tersebut Rancangan penelitian ini adalah be-r sift diskriptif yang berusaha melukiskan fenomena sebagaimana adanya dan datanya dikumpulkan dengan teknik Cross Sectional Survey. Subyek penelitian ini adalah Jurusan Pendidikan Teknik Bangunan Jenjang D-3 FPTK IKIP Malang dan Jenjang D-3 Bagian Bangunan VEDC Arjosari Malang. Bertitik tolak pada tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan maka teknik yang digunakan untuk menganalisis data yang diperoleh dari hasil pengumpulan data adalah analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Tujuan kurikulum D-3 FPTK IKIP Malang bersifat umum dan tujuan kurikulum D-3 VEDC Arjosari Malang lebih spesifik karena bagian bangunan dibagi lagi menjadi bidang spealisasi. (2) Materi kurikulum D-3 FPTK IKIP Malang bersifat umum perbandingan pengajaran teori dan praktek adalah 8 2 sedangkan materi kurikulum D-3 VEDC Arjosari Malang lebih spesifik dan perbandingan pengajaran teori dan praktek adalah 4 6. (3) Kualitas kondisi pengajaran D-3 FPTK IKIP Malang adalah cukup sedangkan kualitas pengajaran D-3 VEDC Arjosari Malang adalah baik. (4) Kualitas metode pengajaran D-3 FPTK IKIP Malang adalah sangat kurang sedangkan D-3 VEDC Arjosari Malang sangat baik. (5) Kualitas praktek bengkel D-3 FPTK IKIP Malang adalah kurang sedangkan D-3 VEDC Arjosari Malang adalah sangat baik. D-3 FPTK IKIP Malang tidak melaksanakan praktek industri sedangkan D-3 VEDC Arjosari IKIP Malang melaksanakan praktek industri selama dua semester. (6) Praktek keguruan (PPL) D-3 FPTK IKIP Malang dilaksanakan selama satu bulan sedangkan praktek keguruan D-3 VEDC Arjosari Malang dilaksanakan selama dua semester. (7) Kualitas evaluasi D-3 FPTK IKIP Malang adalah cukup sedangkan D-3 VEDC Arjosari Malang adalah baik. bull (8) Kualitas kelengkapan sumber belajar FPTK IKIP Malang adalah kurang sedangkan kualitas kelengkap-an sumber belajar VEDC Arjosai Malang adalah sangat baik. (9) Kualitas hasil pengajaran D-3 VEDC Arjosari Malapg adalah baik sedangkan kualitas hasil pengajaran D-3 FPTK IKIP Malang adalah cukup.