Skripsi
Analisis pengaruh nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), besarnya Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK), dan jumlah penduduk terhadap tingkat pengangguran terbuka (studi kasus di wiayah Karesidenan Besuki tahun 2008-2016) / Iftitah Hikmawati
Abstrak
vii ABSTRAK Hikmawati Iftitah. 2018. Analisis Pengaruh Nilai Produk Domestik Regional Bruto Besarnya Upah Minimum Kabupaten/Kota dan Jumlah Penduduk Terhadap Tingkat Pengangguran Terbuka Studi Kasus di Wilayah Karesidenan Besuki Tahun 2008-2016. Skripsi Fakultas Ekonomi. Jurusan Ekonomi Pembangunan. Universitas Negeri Malang. Pembimbing Dr. Imam Mukhlis S.E M.si. Kata Kunci Produk Domestik Regional Bruto Upah Minimum Kabupaten/Kota Jumlah Penduduk dan Pengangguran Terbuka. Pembangunan ekonomi dapat dilihat dari beberapa indikator perekonomian salah satunya adalah tingkat pengangguran. Pengangguran merupakan masalah yang kompleks yang dihadapi oleh semua negara terutama negara berkembang seperti Indonesia. Peningkatan jumlah penduduk namun tidak dibarengi dengan tersedianya lapangan kerja akan berdampak pada meningkatnya jumlah pengangguran. Di Karesidenan Besuki tingkat pengangguran terbuka tergolong tinggi dibandingkan dengan Karesidenan lain yang ada di Jawa Timur dari tahun 2009 sampai dengan 2015 mencapai 25 56 persen. Pokok permasalahan penelitian ini bermula ketika terjadi kesenjangan antara pertumbuhan jumlah pencari kerja dengan kemajuan berbagai sektor perekonomian dalam menyerap tenaga kerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh Nilai Produk Domestik Regional Bruto Besarnya Upah Minimum Kabupaten/Kota dan Jumlah Penduduk terhadap tingkat pengangguran terbuka di Wilayah Karesidenan Besuki tahun 2008-2016 baik secara parsial maupun simultan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dan menggunakan data sekunder yang berjenis data panel yakni perpaduan antara data time series dan data cross section. Metode yang digunakan untuk menganalisis data yakni metode regresi data panel yang diolah menggunakan program eviews. Hasil analisis data dalam penelitian ini menunjukkan bahwa variabel PDRB berpengaruh secara positif tetapi tidak signifikan dengan nilai koefisien sebesar 0 804327 dan nilai probabilitas sebesar 0 3139 lebih besar dari 945 0 05 yang berarti apabila terjadi penambahan variabel PDRB sebanyak 1 persen maka belum secara pasti meningkatkan variabel pengangguran sebesar 0 80 persen. Variabel Upah Minimum Kabupaten/Kota berpengaruh secara negatif dan tidak signifikan dengan nilai koefisien sebesar 0 00693 dan nilai probabilitas sebesar 0 2225 lebih besar dari 945 0 05 yang berarti apabila terjadi kenaikan Upah Minimum Kabupaten/Kota sebesar 1 persen maka belum secara pasti menurunkan variabel pengangguran terbuka sebesar 0 00693 persen. Hasil analisis variabel jumlah penduduk adalah berpengaruh positif dan signifikan dengan nilai probabilitas 0 0005 lebih kecil 945 0 05 berarti apabila terjadi kenaikan jumlah penduduk sebesar 1 persen maka akan terjadi penambahan tingkat pengangguran terbuka sebesar 0 02 persen.